Klaim Hemat Rp200 Miliar, Efisiensi SOTK Pemprov NTB Cuma Rp1,5 Miliar
Hemat Rp200 Miliar per Tahun
Sebelumnya, Nursalim saat menjabat Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTB mengatakan, sebagaimana tujuan awal perampingan OPD yaitu penghematan atau efisiensi anggaran. Karenanya, imbas perampingan ini, ke depan Pemprov NTB akan menghemat anggaran sekitar Rp200 miliar per tahun.
Angka ini merupakan estimasi, mengacu pada jumlah jabatan struktural eselon II dan III yang terancam hilang. “Menurut perhitungan kasar kami penghematan ini mencapai sekitar Rp200 milliar per tahun,” kata Nursalim, Rabu, 23 April 2025.
Pos anggaran yang bisa dihemat dari perampingan OPD ini meliputi anggaran belanja pegawai. Seperti tunjangan jabatan, tunjangan operasional, termasuk TPP. “TPP Kepala OPD itu berkisar antara Rp20 juta sampai Rp25 juta per bulan,” ucap Nursalim.
Kemudian yang paling besar adalah penghematan di biaya operasional. Seperti operasional kantor yang melekat di jabatan eselon II dan III.
Selanjutnya, penghematan pada penggunaan fasilitas kantor. Seperti biaya pemeliharaan, penghematan sarana dan prasarana pendukungnya. Lalu, penggunaan air, listrik, dan pemeliharaan kantor menjadi tanggung jawab OPD yang bersangkutan. Termasuk, pemeliharaan kendaraan.
“Sekali lagi jumlah itu hanya estimasi. Untuk riilnya memang belum kita fikskan berapa anggaran yang dihemat, karena perlu disandingkan datanya. Tapi ini hanya estimasi. Sesuai sambutan Pak Gubernur kita akan menekan gaji pegawai itu secara bertahap,” jelas Nursalim. (*)



