Klaim Hemat Rp200 Miliar, Efisiensi SOTK Pemprov NTB Cuma Rp1,5 Miliar
Tanggapan Pemprov dan DPRD NTB
Untuk memperjelas adanya perbedaan hitungan ini, NTBSatu menghubungi Kepala BKAD Provinsi NTB, Nursalim. Namun Nursalim belum memberikan keterangan, termasuk upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh NTBSatu belum membuahkan hasil. Demikian juga Kepala Biro Organisasi Setda NTB, Ahmadi juga belum memberikan keterangan.
Di samping itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB, Muhammad Aminurlah mengaku belum mengetahui secara jelas tentang perhitungan penghematan anggaran akibat penerapan SOTK ini. “Nanti kita akan lihat kembali (hitungannya), dan kita akan kembali bahas dengan BKAD,” kata Maman, sapaan Muhammad Aminurlah kepada NTBSatu, Rabu, 4 Februari 2026.
Namun pengakuannya, dulu saat pembahasan dengan eksekutif dirinya pernah melayangkan protes terhadap persoalan ini. “Dulu saya protes, karena di Rencana Keja (Renja) maupun perencanaannya itu belum,” ujarnya.



