Kota Mataram

Petani di Kota Mataram Masih Enggan Ikut Asuransi Usaha Tani 

Menurun Tiga Tahun Terakhir

Sementara itu, Kepala Bidang Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) Dinas Pertanian Kota Mataram, Liswati mengungkapkan, jumlah petani peserta AUTP justru mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.

“Minat mulai menurun sejak tiga tahun lalu. Tantangannya sama, karena kebanyakan petani adalah penggarap dan penyewa lahan,” kata Liswati.

Menurutnya, kondisi banjir yang kembali merusak sawah seharusnya menjadi momentum bagi petani untuk mempertimbangkan AUTP sebagai bentuk perlindungan usaha tani.

“Kalau sudah terjadi bencana, baru terasa penting. Padahal asuransi itu jaring pengaman,” ujarnya.

Ke depan, Dinas Pertanian Kota Mataram berencana memperkuat pendekatan langsung ke kelompok tani serta mengaitkan AUTP dengan program bantuan pertanian agar partisipasi petani meningkat.

“Harapannya, petani tidak lagi melihat AUTP sebagai beban, tapi sebagai kebutuhan,” pungkas Johari.

Sebelumnya, Jauhari menyampaikan timnya langsung turun ke lapangan untuk memetakan dampak banjir. Hasil pendataan per 28 Januari 2026 menunjukkan Kelurahan Jempong Baru sebagai wilayah paling terdampak.

Air menutup lahan pertanian di Kelompok Tani (Poktan) Karang Pule I dan II. Tanaman padi yang baru berumur sekitar satu minggu langsung tenggelam. Luas genangan mencapai kurang lebih 30 hektare karena tanggul jebol.

Adapun Poktan Karang Pule I memiliki Luas Baku Sawah seluas 12,72 hektare, dengan sekitar 2 hektare terdampak langsung. Pada blok lain di kelompok yang sama, genangan air menutup sekitar 15 hektare dari total 34,54 hektare lahan.

Banjir juga menyerang area pertanian milik Poktan Suka Maju, Sinar Terang, dan Kembang Sari. Di lokasi tersebut, padi sudah memasuki fase menguning dan mendekati masa panen. Arus air membuat batang padi roboh dan menempel ke tanah.

Di Poktan Sinar Terang, genangan air merusak sekitar setengah hektare dari total Luas Baku Sawah (LBS) 19,85 hektare pada umur tanaman 80 hari. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button