Pendidikan

Sejumlah Sekolah di Kota Mataram Terdampak Cuaca Ekstrem

Mataram (NTBSatu) – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Mataram berdampak pada sejumlah sekolah. Mulai dari kerusakan fasilitas hingga penyesuaian kegiatan belajar mengajar. 

Berdasarkan pantauan NTBSatu, salah satu dampak terjadi di SMPN 14 Mataram. Satu gedung fasilitas baca dan perpustakaan yang terdiri dari dua ruangan ambruk pada Senin dini, 26 Januari 2025.

“Roboh Senin pagi pekan ini, sekitar jam 02.00 Wita. Sudah dilaporkan ke Disdik Kota Mataram,” ujar Kepala SMPN 14 Mataram, Lina Yeti Budi Asih kepada NTBSatu, Selasa, 27 Januari 2026.

Lina menyebutkan, kerusakan meliputi atap ruang perpustakaan, beberapa perabot. Serta, buku-buku yang basah akibat hujan dan tidak berdampak pada bangunan lain.

IKLAN

“Gedung terpisah jadi tidak berdampak ke gedung sebelahnya,” katanya. 

Pihak sekolah mengimbau seluruh peserta didik untuk tidak melintas di sekitar lokasi, selama penanganan cepat. Termasuk, gotong royong mengamankan buku ajar dan koleksi perpustakaan.

“Siswa dan seluruh warga sekolah dilarang melintas di sekitar perpustakaan, karena masih rawan roboh,” ujarnya. 

Imbauan Dinas Pendidikan

Dampak cuaca ekstrem juga sekolah di wilayah pesisir Ampenan rasakan. SDN 45 Mataram yang jaraknya sekitar 35 meter dari bibir pantai tergenang air sejak Selasa, 20 Januari 2026, akibat hujan dan naiknya air laut.

Guru SDN 45 Mataram, Dian Sunarti mengatakan, pihak sekolah sempat memulangkan siswa lebih awal di hari pertama air masuk. Ia menjelaskan, genangan air berlangsung beberapa hari sejak awal banjir dan baru surut dan kering pada Senin kemarin.

Selama itu, pihak sekolah mengamankan sejumlah fasilitas terutama buku di posisi yang lebih tinggi. “Kalau genangan airnya beberapa hari sejak awal dilanda banjir, tapi siswa masuk setengah hari dan dilanjutkan belajar di rumah satu hari saja,” katanya. 

Saat ini kondisi sekolah telah kembali normal, namun tetap ada kewaspadaan terhadap cuaca yang belum kembali normal hingga hari ini. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mencatat sejauh ini baru menerima beberapa laporan.

“Laporan-laporan sekolah masuk melalui Bidang Pendidikan Dasar. Termasuk, sarana dan prasarana (sarpras),” terang Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mataram, Naufal Aldian, S.Pt.

Selain itu, pihaknya sudah mengeluarkan edaran kepada seluruh kepala sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem yang perkiraannya berlangsung hingga minggu kedua Februari 2026.

Dinas Pendidikan Kota Mataram meminta sekolah memastikan kondisi bangunan hingga saluran air, guna mengantisipasi potensi genangan dan risiko lain akibat hujan lebat dan angin kencang. 

Kemudian, meminta kepala sekolah berkoordinasi dengan komite sekolah dan pihak terkait apabila terdapat kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah. (Alwi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button