Realisasi Investasi NTB 2025 Tembus Rp61,10 Triliun
Sektor Kerja Sama dengan Bali dan NTT
Ketiga sektor tersebut merupakan bagian dari sektor yang juga Pemprov NTB kerjasamakan dengan dua provinsi tetangga, yakni Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Misalnya di bidang energi terbarukan, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mencanangkan NTB bersama NTT sebagai produsen energi untuk Bali yang saat ini masih di suplai dari Jawa.
Ini tentunya, lanjut Irnadi, akan menarik investor untuk datang ke NTB. Dalam beberapa kesempatan, beberapa potensi energi NTB seperti memiliki 77 bendungan, potensi floating solar panel yang mampu menghasilkan ribuan mega watt listrik.
“Belum lagi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) darat, geotermal hingga mikrohidro,” ujarnya.
Di bidang pariwisata, NTB sudah membuka sejumlah rute penerbangan baru seperti Labuan Bajo, Tambolaka, Waingapu, Malang, dan Banyuwangi serta beberapa penerbangan internasional.
Tak hanya itu, ke depan untuk menghubungkan dengan destinasi pulau kecil di NTB pemerintah berencana akan menghadirkan seaplane atau pesawat air dari Bandara Lombok ke beberapa destinasi lainnya.
Termasuk pembangunan dua pelabuhan kapal cepat juga sebagai langkah untuk memajukan pariwisata, melalui peningkatan konektivitas. Harapannya bisa mendongkrak ekonomi.
Di sektor pertanian, NTB menjadi lumbung pangan nasional. Investasi di bidang ini tentu diharapkan mampu menjaga kedaulatan pangan kedepannya.
Saat ini memang investasi di NTB, kata Irnadi, masih Penanaman Modal Asing (PMA) dominasi, namun tidak jauh berbeda dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). (*)



