Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah di Mataram Merangsek Naik, Pasokan Jadi Penyebab
Harga Naik Sejak Desember 2025
Sementara itu, pedagang cabai di Pasar Karang Jasi Mataram, Inaq Sumi mengaku, harga cabai rawit sudah tinggi sejak sebulan lalu. Ia menyebut, pedagang dan pembeli sama-sama merasakan dampak dari kenaikan harga tersebut.
Ia memprediksi harga cabai rawit masih berpotensi mengalami kenaikan, terutama menjelang bulan Ramadan.
“Dari bulan lalu sudah mahal. Sekarang makin naik. Bisa-bisa kalau mendekati bulan puasa, harga cabai rawit tembus Rp100 ribu per kilo karena permintaan makin banyak,” kata Inaq Sumi.
Kendati demikian, konsumen tetap membeli cabai meski harga tinggi karena cabai menjadi kebutuhan utama dalam masakan sehari-hari. Namun, ia berharap pemerintah segera melakukan intervensi agar harga tidak terus melonjak dengan mendatangkan pasokan dari luar daerah.
“Cabai tetap dicari walaupun mahal karena kebutuhan dapur. Kami berharap pemerintah bisa cepat ambil langkah, misalnya mendatangkan pasokan dari luar kota supaya harga tidak naik lebih jauh,” ujar Inaq Sumi. (*)



