BERITA NASIONAL

Janji Kekayaan dari Ritual Mandi “Celup” di Cianjur, Warganet Sebut Syirik

Mataram (NTBSatu) – Media sosial ramai membahas sebuah video yang memperlihatkan ritual mandi “celup”, yang diklaim mampu mendatangkan kekayaan dan jodoh.

Tayangan video beredar luas di platform TikTok dan langsung menarik perhatian publik, karena menampilkan prosesi spiritual yang tidak lazim. Klaim manfaat rezeki dan pasangan hidup dari ritual itu kemudian memicu perdebatan, terutama dari warganet yang menilai praktik mengarah pada perbuatan syirik.

Video unggahan akun TikTok @bangsaonline menampilkan seorang pria yang tengah berendam di sebuah kolam. Seorang pria berkopiah hitam berdiri di belakangnya sambil memegang kepala peserta ritual.

Ia melantunkan doa berbahasa Arab, lalu menenggelamkan tubuh pria tersebut ke dalam air selama beberapa detik. Adegan itu langsung memicu beragam reaksi warganet.

IKLAN

Narasi yang menyebut ritual mandi “celup” mampu memperlancar rezeki dan mempermudah jodoh memicu tudingan syirik dari warganet.

“Kalau kaya gini termasuk syirik bukan sih, percaya pada tempat yang dianggap berkah,” tulis akun @kajahshhh.jsjsaj.

Selain itu, sejumlah warganet melontarkan komentar kritis dengan membandingkan prosesi tersebut dengan praktik pembaptisan dalam tradisi agama lain.

“Aslinya pengen baptis, tapi gengsi,” tulis akun @lol_0524.

Melansir Detik.com, ritual yang terekam dalam video berlangsung di Padepokan Lembah Dzikir, Kampung Salahuni, Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat.

Padepokan Pastikan Ritual Tidak Menyimpang

Pimpinan Padepokan Lembah Dzikir, H. Nasrudin memberikan klarifikasi terkait polemik yang berkembang. Ia menjelaskan, ritual mandi “celup” merupakan bagian dari rangkaian riyadhoh atau latihan spiritual bagi jemaah yang mengikuti pembinaan.

“Peserta yang mondok untuk riyadhoh di tempat kami memang harus menjalankan beberapa hal, mulai dari puasa, zikir, hingga mandi tobat. Yang viral di media sosial itu sebenarnya mandi tobat,” kata Nasrudin, mengutip detik.com, Jumat, 23 Januari 2026.

Nasrudin menegaskan, mandi tobat bertujuan membersihkan diri secara lahir dan batin sebagai persiapan menjalani kehidupan. Ia menekankan, ritual tersebut tidak menjanjikan kekayaan secara instan.

“Intinya mandi itu agar bersih. Kalau sudah bersih, kan, bisa bekerja. Begitu juga cari jodoh, masa tidak mandi dulu? Nanti terlihat kusam, siapa yang mau? Jadi utamanya adalah niat mandi tobat dan membersihkan diri,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan di padepokan berfokus pada peningkatan ibadah dan pembentukan pribadi yang lebih baik. Ia juga menegaskan, seluruh aktivitas padepokan memiliki rujukan keilmuan yang jelas dari ulama terdahulu dan tidak mengajarkan praktik menyimpang. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button