Dua Mantan Bupati Sumbawa Beri Catatan Strategis untuk Jarot-Ansori
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Menjelang satu tahun masa kepemimpinan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati, Drs. H. Mohamad Ansori (Jarot-Ansori), dua mantan Bupati Sumbawa yang juga tokoh senior Tau Tana Samawa memberikan tanggapan serta evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Drs. H. Jamaluddin Malik, Bupati Sumbawa dua periode (2005–2015) dan Drs. H. Mahmud Abdullah, Bupati Sumbawa periode 2021–2025, menyampaikan pandangan yang berbeda, namun memiliki harapan yang sama agar Sumbawa terus bergerak maju.
Mantan Bupati Sumbawa dua periode, Jamaluddin Malik menilai, tahun pertama kepemimpinan Jarot-Ansori sebagai fase orientasi yang krusial. Menurutnya, dalam teori manajemen, tahun pertama merupakan masa bagi pemimpin untuk menyelaraskan visi dan misi ke dalam gerak organisasi.
“Tahun pertama ini masih berada pada fase orientasi, menyesuaikan program ke depan sesuai visi dan misi. Pada tahun kedua, implementasinya baru bisa terlihat secara lebih utuh,” ujar Jamaluddin kepada NTBSatu, Rabu, 21 Januari 2026.
Meski demikian, Jamaluddin mengapresiasi langkah Jarot-Ansori yang mulai menyentuh persoalan fundamental di Sumbawa, terutama konektivitas wilayah. Ia menilai, terobosan pembangunan jalan menuju wilayah terisolasi seperti Tepal dan Orong Telu sebagai langkah konkret yang sudah menunjukkan hasil.
“Salah satu persoalan besar Sumbawa sejak lama adalah konektivitas. Jika akses jalan ke Lunyuk atau Ropang bagus, sebenarnya 50 persen kemiskinan bisa teratasi. Harga kebutuhan pokok di sana akan sama dengan di kota jika jalan lancar. Ini yang harus terus dikawal,” tegasnya.
Tekankan Soliditas Kerja Tim
Ia juga mengingatkan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak menjadi penghambat laju kepemimpinan bupati. Jamaluddin menegaskan, kepala OPD harus bekerja kreatif dan inovatif, bukan sekadar menjalankan rutinitas.
“Jangan sampai bupatinya berlari, sementara OPD diam atau tertidur. Kepala OPD harus bekerja dua hingga tiga kali lebih cepat untuk mendukung program bupati,” tambahnya.
Jamaluddin menekankan, keberhasilan Jarot-Ansori sangat bergantung pada soliditas kerja tim, mulai dari dukungan DPRD hingga partisipasi aktif masyarakat di tingkat desa.
“Saya optimistis, jika koneksi pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi dan pusat yang sudah terbangun saat ini terus dipertahankan, visi Sumbawa Maju dapat terealisasi,” katanya.
Senada dengan itu, Mantan Bupati Sumbawa periode 2021-2025, Drs. H. Mahmud Abdullah juga menyampaikan pandangan positif terhadap satu tahun kepemimpinan Jarot-Ansori. Tokoh yang akrab disapa Haji Mo tersebut menilai, kinerja Jarot-Ansori berada pada jalur yang tepat.
“Menurut saya, satu tahun ini kepemerintahan yang baik oleh beliau. Harapan saya, tolong dijaga ritmenya, jangan sampai ke depan malah menurun,” kata Haji Mo singkat kepada NTBSatu, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan agar masyarakat Sumbawa terus tumbuh, berkembang, dan sejahtera secara berkelanjutan. (*)



