Sumbawa

Bupati Jarot Sebut RPJMD 2025-2029 sebagai Kontrak Moral dengan Rakyat

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Kabupaten Sumbawa tahun 2026 menjadi momentum refleksi arah pembangunan daerah. Momentum tersebut ditandai dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Sumbawa di Kantor DPRD Sumbawa, pada Rabu, 21 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., menegaskan, penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Ia menyebut, RPJMD sebagai kontrak moral antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh lapisan masyarakat.

“RPJMD merupakan instrumen kunci untuk menerjemahkan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera ke dalam langkah yang operasional dan terukur. Penyusunan RPJMD, kami posisikan sebagai kontrak moral dan kebijakan antara pemerintah daerah dengan DPRD serta masyarakat,” ujar Bupati Jarot.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan capaian serta peta jalan pembangunan menuju Sumbawa yang lebih kompetitif. Menurutnya, sejak dilantik pada Februari 2025, fokus utama pemerintahannya adalah memperkuat fondasi kebijakan dan tata kelola pemerintahan.

IKLAN

Ia menyebut, fase awal kepemimpinan sebagai masa transisi penting untuk menyelaraskan seluruh instrumen perencanaan pembangunan daerah.

“Tahun pertama pemerintahan bukanlah fase untuk menampilkan hasil yang instan, melainkan fase krusial untuk menata fondasi,” tegasnya.

Tingkatkan Pelayanan Publik

Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik, Pemkab Sumbawa telah menempuh sejumlah langkah taktis, salah satunya melalui pembentukan berbagai satuan tugas (satgas) tematik. Satgas tersebut \untuk memangkas hambatan birokrasi pada isu-isu krusial yang selama ini masyarakat rasakan.

“Kami membentuk satgas untuk memotong rantai persoalan yang berlarut-larut, mulai dari isu pupuk, LPG 3 kilogram, irigasi, hingga pengamanan kawasan hutan. Seluruhnya didukung percepatan digitalisasi pengawasan agar setiap rupiah anggaran benar-benar menjawab kebutuhan rakyat,” jelasnya.

Di sektor ekonomi, Pemkab Sumbawa mulai menggeser orientasi pembangunan dari ketergantungan pada komoditas mentah menuju penciptaan nilai tambah melalui hilirisasi, khususnya pada sektor udang, garam, dan industri unggas.

Penguatan ekonomi masyarakat juga melalui optimalisasi Koperasi Merah Putih serta pengembangan kampung nelayan.

Sementara di sektor infrastruktur, pembangunan ruas jalan strategis Batudulang – Tepal melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah menjadi salah satu prioritas. Bupati Jarot mengatakan, proyek tersebut krusial untuk meningkatkan konektivitas wilayah yang selama ini sulit terjangkau.

“Peningkatan indeks jalan mantap dan layanan dasar seperti air minum tetap menjadi prioritas kami, meski harus dijalankan dengan kehati-hatian fiskal,” tambahnya.

Bupati Jarot menegaskan, visi “Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera” tidak akan tercapai tanpa kemitraan yang kuat dan solutif dengan DPRD Sumbawa. Ia berharap, legislatif terus menjadi mitra strategis dalam mengawal kebijakan pembangunan daerah.

“Dirgahayu Kabupaten Sumbawa Ke-67. Jika niat kita lurus dan satu tujuan, InsyaAllah Sumbawa akan melaju dengan langkah yang tepat,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button