Pendidikan

Pengunjung 2025 Tembus 44 Ribu, Museum NTB Fokus Bangun Inovasi dan Benahi Fasilitas

Mataram (NTBSatu) – Jumlah kunjungan ke Museum NTB mencapai 44.436 orang sepanjang tahun 2025, mencakup wisatawan nusantara maupun mancanegara. Hal tersebut menegaskan tren positif museum sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah.

Dari total kunjungan tersebut, pengunjung didominasi oleh segmen pendidikan. Tingkat SD mencapai 14.273 orang, TK 8.514 orang, SMP 5.840 orang, SMA 1.946 orang, serta mahasiswa 1.023 orang. Selain itu, 2.673 visitor mancanegara dan 10.100 pengunjung umum, serta 77 peneliti.

“Kunjungan tahun 2025 hampir ribuan orang. Tren kunjungan ke Museum NTB terus tumbuh,” ujar Kepala Museum Negeri NTB, Dr. Ahmad Nuralam, S.H., M.Hum., kepada NTBSatu, Senin, 19 Januari 2026.

Menurutnya, tren tersebut menjadi dorongan bagi pengelola untuk terus berbenah. Pada 2026, Museum NTB akan melakukan berbagai peningkatan. Mulai dari kualitas pelayanan, pembenahan fasilitas umum sesuai standar, hingga menjaga kebersihan, kerapian, dan keamanan kawasan museum.

IKLAN

“Kami akan mengajukan pembenahan fasilitas umum yang sesuai standar untuk pengunjung lintas, seperti toilet dan fasilitas pendukung lainnya,” terangnya.

Selain itu, penataan dan display koleksi juga terus pihaknya perbaiki agar lebih informatif. Sehingga pengunjung dapat dengan mudah memperoleh gambaran umum tentang kebudayaan dan sejarah NTB, termasuk implikasinya akan membangun gedung baru pusat pengebangan budaya NTB.

Di aspek lain, tren dan angka kunjungan pada 2025 juga dampak tingginya jumlah penumpang kapal pesiar yang singgah di NTB. Meski belum ada testimoni tertulis, kesan dari petugas di lapangan menunjukkan respons positif.

“Museum NTB dinilai meski tidak berukuran besar, namun indah, tertata, dan memiliki taman yang asri,” tuturnya.

Museum NTB Jadi Destinasi Wisata Budaya dan Sejarah

Ia menambahkan, pemerintah kini mendorong museum menjadi destinasi alternatif utama bagi penumpang kapal pesiar ke depannya yang umumnya hanya melakukan one day trip. Sekaligus, menjadi solusi di tengah keterbatasan infrastruktur akomodasi berkapasitas besar.

“Museum sebagai wahana informatif membuat penumpang (wisatawan) kapal pesiar yang hanya berkunjung singkat, bisa mendapatkan gambaran menyeluruh tentang NTB dalam satu kunjungan,” katanya.

Dengan angka kunjungan sepanjang 2025 tersebut, di 2026 ini Museum NTB terus memperkuat sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah. Sekaligus pusat informasi kebudayaan daerah.

Pengembangan museum, termasuk rencana museum tematik menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi NTB sebagai tujuan wisata riset budaya dan sejarah yang berdampak hingga tingkat global. (Alwi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button