Gencarkan Safari Menanam, Pemkab Sumbawa Targetkan Kemandirian Ekonomi Lokal
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, terus memperkuat upaya pencegahan bencana ekologis melalui program penanaman pohon produktif.
Hal tersebut menjadi bagian dari program strategis Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot. Langkah ini untuk menjaga fungsi lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo mengatakan, pemerintah telah melaksanakan kegiatan penanaman di berbagai wilayah. Di antaranya, Beringin Sila, Kapas Sari, Batu Dulang, Lunyuk, hingga sejumlah lokasi lainnya.
“Ini bagian dari program Bupati Sumbawa. Penanaman sudah beberapa kali kami lakukan sebagai langkah menjaga fungsi lingkungan agar tidak memicu bencana alam,” ujar Pipin kepada NTBSatu, Kamis, 15 Januari 2026.
Program penghijauan ini tidak hanya oleh Pemkab Sumbawa, tetapi melibatkan kolaborasi lintas sektor. Mulai dari instansi vertikal seperti TNI dan Polri hingga perangkat daerah serta elemen masyarakat.
Jenis tanaman yang ditanam dipilih secara strategis. Tidak hanya tanaman keras, tetapi juga pohon bernilai ekonomis seperti sengon, kemiri, dan berbagai jenis buah-buahan.
“Penanaman ini bukan sekadar hijau, tapi juga produktif. Harapannya masyarakat bisa merasakan manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Antusiasme Masyarakat Tinggi
Pipin menuturkan, antusiasme masyarakat dalam kegiatan penanaman tergolong tinggi. Bahkan, kesadaran warga untuk menanam secara mandiri mulai terlihat di sejumlah wilayah.
Saat kunjungan ke Plampang, DLH mendapati warga di kawasan menuju SP Satu telah mulai menanam berbagai jenis tanaman buah di lahan mereka.
“Ini pertanda baik. Ada pergeseran pola pikir masyarakat, mulai menanam tanaman produktif di lahannya,” katanya.
Selain aspek lingkungan, faktor ekonomi menjadi pendorong utama perubahan pola tanam masyarakat. Ia menilai, harga Kemiri dan Sengon yang terus membaik memberi peluang besar bagi kesejahteraan warga.
Pipin juga menyampaikan, jika Bupati Sumbawa sudah memiliki kerja sama dengan pabrik untuk menyerap hasil panen Sengon secara berkelanjutan.
“Harga Kemiri sekarang sudah bagus, Sengon juga. Bahkan sudah disampaikan akan ada kerja sama dengan pabrik saat panen nanti,” ungkapnya.
Pemerintah berharap, tanaman yang sudah ditanam tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dirawat secara berkelanjutan. Agar memberikan manfaat ekologis dan ekonomi sesuai harapan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat berharap partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga dan merawat apa yang sudah ditanam,” tambah Pipin. (Marwah)



