Kota Mataram

Tamu Keluhkan Layanan Hotel Lombok Raya Tidak Transparan

Mataram (NTBSatu) – Seorang tamu yang menginap di Hotel Lombok Raya mengaku kecewa, atas buruknya pelayanan manajemen. Khususnya, pada layanan fasilitas kolam renang.

Menurut keluhan salah satu pengunjung hotel, Junaidin, ia mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan ketika di kolam renang. Lantaran, tidak ada transparansi batasan orang dan tiba-tiba pihak hotel meminta biaya tambahan per orang di kolam renang. Hal ini tidak termuat dalam regulasi hotel bahkan dalam layanan promosinya.

Peristiwa ini bermula ketika Junaidin beserta istrinya sedang menginap di Hotel Lombok Raya, pada 29 Desember 2025. Ia memesan satu kamar selama lima hari.

Junaidin memiliki tiga orang anak namun tinggal terpisah. Ia bersama istrinya tinggal di penginapan, sedangkan ketiga anaknya tinggal di rumah dekat penginapan.

IKLAN

Namun, waktu siang hari, ketika Junaidin sedang duduk di pinggir kolam, ketiga anaknya datang dan berenang di kolam hotel.

Tak lama berselang, penjaga kolam menghampiri Junaidin dan menegurnya terdapat batasan jumlah pengunjung yang boleh berenang, yaitu sesuai jumlah tamu yang terdaftar di hotel. Berdasarkan penjelasan tersebut, artinya hanya dua orang yang boleh berenang yaitu hanya Junaidin dan istrinya.

Ia merasa kecewa, karena tidak adanya pemberitahuan awal terkait aturan tersebut. Pihak hotel hanya memberitahu adanya layanan kolam renang tanpa menyebutkan adanya batasan jumlah orang.

“Saya agak aneh karna tidak termuat dalam regulasi pelayanan hotel. Dia (pihak hotel) hanya menyebutkan layanan kolam renang tapi tidak menyebutkan batasan orang. Seperti breakfast itu menyebut batasan orang, sedangkan ini tidak,” jelasnya kepada NTBSatu, Minggu, 11 Januari 2026.

Minta Pelayanan Transparan

Meskipun demikian, Junaidin tetap membayar biaya yang hotel tagihkan setelah adanya keberatan dari pihak manajemen. Ia membayar sejumlah Rp50 ribu per orang.

Permasalahan tidak berhenti sampai di sana. Sehari setelahnya, Junaidin kembali ke kolam renang tersebut untuk mandi. Namun, justru ia mendapatkan kejadian yang kurang menyenangkan.

“Sehari setelah itu, saya mandi lagi dan ditanya dari kamar mana, berapa orang yang mandi bahkan ada yang foto-foto saya lagi mandi. Ya aneh aja dan tumben kok pelayanannya seperti ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepada pihak hotel untuk lebih transparan menyangkut pembatasan jumlah orang. Tujuannya, agar tidak ada misinformasi ke depannya.

“Kalau kolam itu dibatasi, buat regulasinya, buat dalam pelayanan promonya, disebutkan bahwa layanan kolam sama seperti breakfast. Supaya nanti orang yang tidak tau, tidak dibebani biaya Rp50 ribu per orang,” tegasnya.

Tanggapan Pihak Hotel Lombok Raya

Sementara itu, pihak Hotel Lombok Raya mengakui, sampai saat ini belum ada laporan resmi dari pihak tamu terkait kejadian tersebut. “Kami belum dapat info detail dari tamu tersebut,” jelasnya kepada NTBSatu, Senin, 12 Januari 2026.

Namun, berdasarkan keterangan pihak hotel, kejadian ini bermula saat tamu menggunakan fasilitas kolam renang dengan membawa ketiga anaknya dan teman yang tidak terdaftar sebagai tamu hotel. Tamu hanya memesan satu kamar dengan dua orang yang tercatat sebagai tamu hotel, yakni Junaidin dan istrinya.

Melihat kejadian tersebut, petugas kolam renang kemudian menghampiri Junaidi dan temannya untuk menjelaskan aturan di kolam renang dan mengenakan biaya tambahan sejumlah Rp50 ribu kepada temannya tersebut.

“Dia bawa temannya, jadi yang di-charge (biaya tambahan, red) itu temannya, bukan bapak dan keluarganya,” tambahnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button