Museum NTB Sambut Keberadaan Dinas Kebudayaan, Ahmad Nuralam: Arah Kelembagaan Kian Jelas
Mataram (NTBSatu) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut positif pembentukan Dinas Kebudayaan Provinsi NTB. Kehadiran dinas tersebut dinilai langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB dalam memperkuat fokus pemajuan kebudayaan daerah.
Kepala UPTD Museum NTB, Dr. Ahmad Nuralam, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasinya atas pembentukan Dinas Kebudayaan NTB. Sebab, sejalan dengan visi Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dalam mengembangkan sektor kebudayaan secara lebih serius dan terstruktur.
“Kita sangat mengapresiasi pembentukan dinas baru ini. Ini sejalan dengan semangat Gubernur NTB. Upaya pemajuan kebudayaan memang sudah tepat jika dinaungi oleh dinas khusus kebudayaan,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 13 Januari 2026.
Terkait dampak perubahan kelembagaan terhadap UPTD Museum NTB, ia menegaskan tidak terdapat perubahan signifikan dalam aspek internal. Baik dari sisi kepegawaian maupun pola kerja, seluruh aktivitas museum tetap berjalan normal seperti sebelumnya.
“Untuk internal tidak ada yang berubah. Secara kepegawaian tetap sama dan kita bekerja sebagaimana sebelumnya. Justru dengan dinas kebudayaan, warnanya menjadi lebih satu,” katanya.
Pelayanan dan aktivitas Museum NTB juga tetap berlangsung aktif di tengah proses penataan kelembagaan. Bahkan, Museum NTB menerima kunjungan sekitar 200 wisatawan mancanegara dari kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat.
“Hari ini kami menerima sekitar 200 tamu kapal pesiar yang bersandar di Gili Mas dan menjadikan Museum sebagai salah satu destinasi mereka,” ungkapnya.
Ia menambahkan, koordinasi awal antara UPTD Museum NTB dan Dinas Kebudayaan NTB telah berlangsung melalui rapat perdana. Saat ini, dinas baru tersebut tengah melakukan penataan Barang Milik Daerah (BMD) sebagai bagian dari proses administrasi awal.
“Sudah pernah rapat satu kali dan informasinya hari ini sedang dilakukan penataan BMD,” jelasnya.
Permudah Koordinasi dan Penguatan Kebudayaan
Menurutnya, keberadaan Dinas Kebudayaan NTB justru memperpendek rentang kendali serta mempermudah koordinasi, baik di tingkat daerah maupun dengan Pemerintah Pusat. Dengan struktur dinas yang berdiri sendiri, komunikasi ke kementerian terkait dapat lebih cepat.
“Rentang kendali dan koordinasinya menjadi lebih gampang. Bahkan ke kementerian bisa sejak awal dikabari bahwa NTB sudah memiliki dinas kebudayaan sendiri,” katanya.
Alam -sapaan Kepala UPTD Museum NTB- menyatakan optimismenya terhadap penguatan pengelolaan kebudayaan ke depan. Ia menyebutkan, Museum NTB akan mendorong penyusunan database kebudayaan dan koleksi. Sekaligus, mengajukan perawatan sarana dan prasarana museum yang telah berusia 44 tahun.
“Kami optimis, ke depan akan ada kegiatan penyusunan database kebudayaan dan koleksi. Serta, pengajuan perawatan sarana dan prasarana museum yang usianya sudah 44 tahun,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan mengusulkan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kebudayaan, menyusul pensiunnya empat pegawai museum dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami juga akan meminta penambahan SDM kebudayaan yang benar-benar pakar, karena sudah ada empat orang yang pensiun,” tambahnya. (Alwi)



