Rute Penerbangan Internasional Lombok – Australia Segera Dibuka
Mataram (NTBSatu) – Bandara Internasional Lombok (BIL) segera melayani rute penerbangan internasional baru, yaitu Lombok – Darwin, Australia.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Ervan Anwar mengatakan, rute penerbangan internasional jadwalnya akan dibuka sekitar bulan Februari atau April 2026 mendatang.
“InsyaAllah Februari atau Maret mendatang sudah mulai beroperasi,” kata Ervan, kemarin.
Penerbangan ini akan dilayani maskapai TransNusa. Dengan frekuensi penerbangan empat kali dalam sepekan.
Selain rute Darwin, TransNusa juga berencana membuka rute Lombok–Perth pada semester kedua tahun 2026, sekitar Juni atau Juli. Untuk tahap awal, dua rute Australia tersebut menjadi prioritas sebelum membuka peluang rute internasional lainnya.
“Ke depannya seperti kata Pak Gubernur, bisa saja Bangkok atau rute lain, nanti kita lihat perkembangannya,” ujarnya.
Ia menilai, pembukaan rute Lombok–Darwin untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Lombok. Sebab, wisatawan asal Australia merupakan penyumbang terbesar kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
“Rute serupa sebelumnya pernah beroperasi sebelum pandemi Covid-19, namun terhenti akibat pembatasan perjalanan internasional,” jelasnya.
Selama ini, sebagian besar wisatawan Australia menuju Lombok harus transit terlebih dahulu di Bali, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat ATR atau kapal cepat.
“Dengan adanya penerbangan langsung menggunakan pesawat jet, wisatawan akan mendapat kemudahan. Termasuk untuk membawa perlengkapan olahraga seperti papan selancar,” jelasnya.
Siapkan Rute Lombok–Perth
Terpisah, Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto mengatakan, fokusnya saat ini adalah membuka penerbangan internasional yang berpotensi besar mendatangkan wisatawan asing, khususnya dari negara-negara dekat dengan Indonesia.
“Dan memang kita fokus untuk penerbangan-penerbangan internasional yang mendatangkan wisatawan-wisatawan macam negara. Jadi, untuk Lombok ini pertama yang kita akan buka adalah Lombok-Darwin, Northern Territory Australia,” ujarnya.
Setelah Darwin, TransNusa juga menyiapkan pembukaan rute Lombok–Perth seiring penambahan armada pesawat. Rute tersebut targetnya mulai beroperasi dalam tahun ini.
“Kemudian berikutnya sesuai dengan penambahan armada kami, kita akan terbang juga dari Lombok Perth. Ya, untuk itu yang dalam jangka pendek tahun ini ya,” lanjutnya.
Bayu menjelaskan, pembukaan rute Australia didorong oleh tingginya arus wisatawan asing yang selama ini masuk melalui Bali dan Jakarta. Sementara Lombok sebagai destinasi alternatif terdekat dari Bali yang masih memiliki daya tampung besar.
“Dengan kondisi Bali yang sudah padat, sudah krodit, itu kan para wisatawan ini kan bukan hanya stop di Bali. Jadi kita juga ingin melihat, Lombok ini kan yang paling dekat,” jelasnya.
Penerbangan Lombok–Darwin nantinya akan menggunakan pesawat Comac C909 berkapasitas 95 penumpang dengan frekuensi awal empat kali dalam sepekan. Akan mengalami peningkatan jika permintaan pasar menunjukkan tren positif.
Ke depan, setelah Australia, pihaknya juga berencana membuka peluang rute internasional ke negara-negara ASEAN hingga Asia Timur, seiring bertambahnya armada. Namun untuk tahap awal, fokus utama tetap pada pasar Australia.
“Yang kita bidik saat ini masih Australia. Karena Australia ini kan negara dekat juga,” tutupnya. (05)



