Tabrak Karang, KLM Mutiara Inti Permata Terdampar di Perairan Sambelia
Lombok Timur (NTBSatu) – Kapal barang KLM Mutiara Inti Permata terdampar di perairan Gili Lawang, Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Kapal tersebut terdampar setelah mengalami gangguan mesin dan menabrak karang.
Insiden tersebut terjadi saat kapal berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Kota Bima, sejak 3 Januari 2026 lalu.
Akibat kejadian itu, kapal bermuatan 150 ton barang tidak mampu melanjutkan pelayaran dan akhirnya kandas di perairan dangkal.
Untuk mengamankan muatan, nelayan setempat bersama Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda NTB langsung melakukan evakuasi menggunakan sejumlah perahu nelayan.
Sekretaris Desa Sugian, Ali Fikri membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan, proses evakuasi telah berlangsung sejak kapal terdampar dan melibatkan masyarakat pesisir.
“Barang-barangnya sudah dievakuasi oleh nelayan dengan pengawasan Polairud Polda NTB dari kemarin,” ujar Fikri, Rabu, 7 Januari 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan berbagai muatan kapal, seperti sembako, makanan ringan, serta bahan bangunan dipindahkan ke darat melalui Pantai Kokok Pedek, Desa Sugian.
Aktivitas evakuasi berlangsung secara bertahap untuk menghindari kerusakan barang dan risiko pencemaran laut.
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola menjelaskan, kapal mengalami kerusakan mesin serius setelah menghantam karang. Nahkoda kemudian memutuskan menepi untuk mencari perlindungan.
“Kapal mengalami masalah mesin dan menabrak karang. Posisi kandas di perairan Gili Lawang,” jelas Samola.
Ia menambahkan, gangguan tersebut menyebabkan kapal tidak dapat bergerak dan akhirnya terdampar. Meski demikian, aparat memastikan tidak terjadi tumpahan bahan berbahaya ke laut.
Sebagai informasi, KLM Mutiara Inti Permata memiliki GT 169 dengan nahkoda Dede Asdar bersama enam anak buah kapal (ABK). Seluruh kru selamat dan berada dalam kondisi aman. (*)



