Pemerintahan

Pemasangan Jembatan Bailey Desa Perigi Rampung Minggu ini

Mataram (NTBSatu) – Penantian panjang warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, segera terwujud. Setelah kurang lebih sebulan menunggu, akhirnya jembatan Bailey yang dijanjikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mulai dipasang.

Jembatan Bailey ini sebagai alternatif pengganti sementara, karena jembatan di desa tersebut rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.

Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Suela dan Kecamatan Pringgabaya. Serta menjadi jalur utama bagi anak-anak sekolah, guru, hingga warga yang hendak menuju fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ahmadi mengatakan, seluruh komponen jembatan darurat tersebut telah tiba di lokasi dan saat ini sedang dalam tahap perakitan oleh personel TNI Kodam IX/Udayana.

IKLAN

“Perakitan jembatan dilakukan langsung di lokasi. Setelah selesai dirakit, jembatan akan digeser dan ditumpangkan ke tumpuan yang telah disiapkan,” kata Ahmadi, Senin, 5 Januari 2026.

Proses pergeseran dalam beberapa hari ke depan, sehingga targetnya jembatan sudah bisa beroperasi pada pekan ini.

“Ini jembatan baru sistem knockdown (bongkar pasang, red), tinggal dirakit di tempat lalu digeser ke tumpuan. Jika tidak ada kendala, minggu ini sudah bisa difungsikan,” ujarnya.

Jembatan Bailey tersebut memiliki panjang 24 meter dan lebar 3 meter. Dengan spesifikasi tersebut, jembatan mampu dilalui kendaraan besar dengan kapasitas beban hingga 25 ton. Truk pengangkut material, termasuk truk pasir dan kendaraan logistik lainnya, dipastikan bisa melintas.

Hasil Koordinasi dengan Kodam IX/Udayana

Penanganan jembatan ini merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Kodam IX/Udayana. Jembatan Bailey merupakan aset Kodam IX/Udayana yang dipinjamkan kepada Pemprov NTB sebagai jembatan darurat, untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

Jembatan Bailey ini bersifat sementara dan direncanakan digunakan selama satu tahun. Untuk pembangunan jembatan permanen, kewenangan berada pada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

“Pemprov NTB hanya membantu agar aktivitas dan mobilitas masyarakat tidak terganggu akibat putusnya akses jembatan,” tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Iqbal menjanjikan alokasi anggaran sebesar Rp800 juta untuk pembangunan jembatan Bailey. Sebagai alternatif sementara lalu lintas di daerah tersebut. Janji itu Iqbal sampaikan dalam rapat paripurna DPRD NTB beberapa waktu lalu.

Namun hingga kini belum juga terealisasi. Padahal jembatan tersebut menjadi urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi warga. Alhasil, warga sekitar membangun jembatan swadaya untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Mudah-mudahan besok atau lusa segera dibuatkan oleh pemerintah. Itu harapan kita,” ujar salah seorang warga Dusun Aik Beta, Sidik, Minggu, 28 Desember 2025. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button