Pemerintahan

Gawat Kekerasan Seksual Anak, Pemprov NTB Ajak Semua Pihak Bergerak

Mataram (NTBSatu) – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, menerima dua laporan kasus kekerasan seksual pada anak. Salah satunya, percobaan sodomi siswa SD kepada temannya.

Menanggapi peristiwa itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengajak seluruh pihak bersatu mencegah dan menangani ancaman terhadap masa depan generasi.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Yusron Hadi menegaskan, peristiwa ini menjadi alarm keras. Tak hanya bagi pemerintah, tapi keluarga dan seluruh elemen masyarakat.

“Ini gejala sosial yang melemahkan generasi kita. Oleh karena itu kami minta, mari bersama-sama kita usut peristiwa ini sampai tuntas,” tegas Yusron, Senin, 11 Agustus 2025.

Menurutnya, strategi yang diterapkan perlu diperkuat, khususnya dalam aspek antisipasi, edukasi, pengawasan, dan penindakan.

IKLAN

“Evaluasi langkah yang ditempuh saat ini, atau mungkin regulasi yang lebih tegas lagi, untuk menangkal segala bentuk dan modus peristiwa-peristiwa seperti ini,” jelasnya.

Yuson mengatakan, peristiwa yang terjadi sekarang ini perlu untuk dilokalisir kondisinya.

“Para pihak yang diduga segera ditangani dan dirunut apa penyebabnya. Dan mencari solusi terbaik selanjutnya untuk menangkal meluasnya peristiwa seperti ini,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia menyampaikan, pengawasan orang tua menjadi modal utama dalam pengendalian kekerasan terhadap anak.

“Sekali lagi pengawasan orang tua sangat penting. Kita harus mengawasi betul perilaku anak-anak kita di luar rumah maupun di rumah,” pungkasnya.

IKLAN

Sebelumnya, Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi menjelaskan, peristiwa tersebut dilatarbelakangi oleh seorang siswa yang ingin bergabung ke salah satu kelompok siswa lain.

“Ironisnya, untuk gabung dalam geng tersebut, siswa harus menyodomi teman sebayanya, sebagai syarat pertemanan circle sembilan siswa itu,” ujarnya. (*)

Cahyatul Komala

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Back to top button