ADVERTORIALPendidikan

Mahasiswa Unram Ubah Sampah Plastik Jadi Ecobrick di Desa Bagik Manis

Mataram (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) Desa Bagik Manis periode Juli-Agustus 2025, melaksanakan Penyuluhan Edukasi Lingkungan dan Pemanfaatan Sampah Plastik Untuk Pembuatan Ecobrick.

Kegiatan ini yang berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2025 merupakan rangkaian awal program kerja dari Mahasiswa KKN PMD Unram. Tujuannya membantu permasalahan sampah di Desa Bagik Manis.

Penyuluhan yang berlangsung di Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Mahasiswa menyasar peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam hal pengolahan, serta pemanfaatan sampah plastik, agar menjadi produk bernilai.

Tak hanya itu, penyuluhan juga dibarengi dengan edukasi lingkungan. Kemudian pengelolaan dan pemisahaan sampah organik dan anorganik, serta manfaatnya masing-masing bagi masyarakat.

Ketua KKN PMD Unram Desa Bagik Manis, Aljibran membeberkan, alasan pelaksanaan penyuluhan ini adalah karena sampah telah menjadi persoalan di Desa Bagik Manis.

IKLAN

“Kegiatan ini kami selenggarakan karena kami menyadari bahwa persoalan sampah, khususnya plastik, telah menjadi tantangan besar bagi banyak desa. Tak terkecuali desa kita ini,” katanya.

“Melihat kenyataan tersebut, kami dari tim KKN tergerak untuk menghadirkan solusi yang bersifat edukatif, murah, dan mudah dilakukan oleh siapa pun. Yakni dengan mengelola sampah plastik menjadi eco-brick,” tambahnya.

Aljibran berharap, program ini bisa berjalan berkelanjutan serta merubah pola pikir masyarakat tentang sampah. Sehingga, bisa menyelesaikan masalah sampah dalam masyarakat serta membuka peluang ekonomi.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi titik awal bagi perubahan pola pikir masyarakat dari membuang sampah menjadi mengelola sampah. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Metode ini juga membuka peluang ekonomi kreatif jika dikelola bersama, bahkan bisa menjadi model bank sampah berbasis warga. Termasuk lahirnya Perdes tentang pengelolaan sampah, dan sistem daur ulang desa yang lebih mandiri dan terstruktur,” beber Aljibran.

Apresiasi Pihak Desa

Sementara itu, Kepala Desa Bagik Manis, Abdurrahman mengungkapkan, sebenarnya desa sudah mempunyai Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Namun masih kurang optimal.

IKLAN

“Di desa telah tersedia sebuah tempat pembuangan sampah yang berfungsi sebagai TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Namun, sistem pengelolaan di lokasi tersebut masih tergolong kurang optimal dan belum terstruktur sebagaimana konsep bank sampah pada umumnya. Pemilahan dan pendaur-ulangan belum berjalan secara sistematis. Belum lagi banyaknya warga dari desa lain yang membuang sampah di TPS tersebut. Namun hanya menaruh sampah di pinggiran TPS, bukan tempat pembuangan. Sehingga, sampah terlihat menumpuk dan tidak terurus,” ungkapnya.

Abdurrahman berharap kegiatan mahasiswa KKN PMD Unram ini bisa menginspirasi masyarakat dalam pengelolaan sampah serta menjaga lingkungan.

“Harapan saya semoga dalam sosialisasi ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih peduli dan aktif dalam menjaga lingkungan. Dan dapat membuka wawasan kita bersama, serta menjadi motivasi untuk memulai perubahan kecil dari rumah masing-masing,” bebernya.

Timbulan Sampah di Lombok Timur

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur mencatat, rumah tangga menjadi penghasil sampah terbesar di wilayah tersebut. Berdasarkan data Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3), timbulan sampah di kabupaten ini diperkirakan mencapai 203.141 ton per tahun atau sekitar 556 ton per hari.

Namun, dari jumlah tersebut, hanya 12 persen yang berhasil dikelola melalui sistem 3R seperti bank sampah, pengepul, TPS3R, dan kelompok masyarakat.

Sebanyak 19 persen masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sementara sisanya sekitar 69 persen atau 377 ton per hari tidak jelas dibuang ke mana.

Kondisi ini mengkhawatirkan, apalagi pekiraannya TPA Ijo Balit akan penuh dalam waktu 5 hingga 6 tahun ke depan jika tidak ada langkah penanganan yang serius.

Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh sekitar 50 orang dari berbagai elemen masyarakat, serta mendatangkan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lotim.

Melalui kegiatan ini, KKN PMD Unram Desa Bagik Manis berharap masyarakat bisa mengelola sampahnya sehingga dapat dimanfaatkan menjadi produk dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat desa. (*)

Berita Terkait

Back to top button