Pemerintahan

Bupati Pati Diduga Tantang Massa Aksi Bela Rakyat, Warganet Beri Dukungan Penuh

Dukungan publik terus mengalir lewat media sosial. Banyak warganet menuliskan komentar seperti “Indonesia mendukung warga Pati,” tulis akun @sofyan_rarara.

Komentar dalam bentuk kritik pedas kepada pemimpin daerah pun membanjiri postingan tersebut.

“Kocak, waktu pemilihan ngemis minta suara rakyat. Pas udah jadi Bupati malah semena-ena ternyata ada yang lebih rendah daripada ngemis ya ini contohnya. Semangat warga Pati,” tambah akun @aksara__.

Kondisi ini menunjukkan semakin kuatnya solidaritas masyarakat, terhadap aksi penolakan kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Di tengah kontroversi ini, Bupati Pati, Sudewo tetap mempertahankan keputusannya. Ia menyebut, kenaikan tarif PBB-P2 sebagai penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang belum pernah berubah selama 14 tahun terakhir.

IKLAN

“Telah disepakati bersama bahwa kesepakatannya itu sebesar 250 persen karena PBB sudah lama tidak dinaikkan, 14 tahun tidak naik. PBB Kabupaten Pati hanya sebesar 29 miliar, di Kabupaten Jepara 75 miliar. Padahal, Kabupaten Pati lebih besar daripada Kabupaten Jepara,” ungkap Sadewo melansir Instagram @fakta.indo, Rabu, 6 Agustus 2025

Meski pemerintah menyebut kebijakan ini sebagai strategi pendanaan infrastruktur dan rumah sakit, masyarakat merasa terbebani.

Reaksi pun kian memanas setelah Bupati Sudewo terlihat menantang aksi massa dalam video yang turut viral. Gerakan Pati Bersatu telah mengajukan surat izin aksi dengan target 50.000 orang yang akan turun pada 13 Agustus 2025. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Back to top button