Ekonomi Bisnis

Lebih dari 650 Ribu Warga NTB Masih Hidup dalam Kemiskinan

Mataram (NTBSatu) – Jumlah penduduk miskin di Provinsi NTB masih berada di angka yang cukup tinggi, sekitar 654.570 jiwa per Maret 2025.

Meski demikian, data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan, meskipun tipis dalam setahun terakhir.

“Pada September 2024 tercatat 658.600 orang yang hidup di bawah garis kemiskinan, dan pada Maret 2025 turun menjadi 654.570 orang. Memang hanya turun 0,13 persen, tapi ini tetap kabar baik,” ujar Kepala BPS NTB, Wahyudin dalam keterangan persnya di Mataram, Jumat, 25 Juli 2025.

Jika dilihat lebih jauh ke belakang, NTB sebenarnya mengalami progres yang cukup signifikan. Sepuluh tahun lalu, pada September 2014, jumlah penduduk miskin masih di angka 826 ribu orang atau 17,05 persen dari total penduduk. Kini, angka itu berada di level 11,78 persen.

“Ini menunjukkan penurunan hampir 172 ribu jiwa dalam satu dekade. Kontribusi paling besar berasal dari wilayah perdesaan,” jelas Wahyudin.

IKLAN

Menurutnya, program intervensi sosial dan ekonomi di pedesaan seperti bantuan sembako dan program pemberdayaan ekonomi terbukti mampu menurunkan angka kemiskinan secara lebih konsisten.

Ketimpangan Naik Tipis, Kesenjangan Masih Mengintai

Meskipun jumlah warga miskin menurun, ketimpangan ekonomi justru mengalami sedikit kenaikan. Indeks Gini, indikator yang mengukur kesenjangan distribusi pengeluaran penduduk naik dari 0,364 September 2024 menjadi 0,369 poin pada Maret 2025.

“Artinya, distribusi pengeluaran masyarakat masih belum merata. Ada kelompok yang makin mapan, sementara yang lainnya tertinggal,” jelas Wahyudin.

Upah Buruh Naik, Bantuan Sosial Meningkat

Sisi positif lainnya datang dari peningkatan rata-rata upah buruh. Pada Februari 2025, rata-rata upah di NTB mencapai Rp2.377.411, naik tipis sekitar 0,52 persen daripada Agustus 2024. Bantuan sosial juga mengalami peningkatan.

Penyaluran bantuan sembako dan bantuan pangan non tunai meningkat 3,54 persen daripada September 2024. Dari target 505.565 keluarga penerima manfaat, bantuan sudah diterima oleh 496.778 keluarga per Maret 2025.

IKLAN

Meski tren kemiskinan turun, angka 654 ribu warga miskin tetap menjadi pengingat bahwa kerja besar masih harus dilakukan. Apalagi, naiknya ketimpangan bisa menjadi sinyal bahaya jika tidak segera diatasi.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Back to top button