Tembok SMPN 22 Mataram Roboh saat Banjir, Sekolah Khawatir Keamanan Siswa

Mataram (NTBSatu) – Banjir yang melanda wilayah Kota Mataram beberapa minggu lalu, tidak menghentikan kegiatan belajar mengajar di SMPN 22 Mataram. Namun, dampaknya sangat terasa dari sisi akses jalan menuju sekolah, yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Sekolah yang berada di wilayah perbatasan Mataram – Lombok Barat ini, mengalami kerusakan cukup signifikan. Tembok pembatas sepanjang 110 meter roboh akibat derasnya aliran air.
Meskipun tidak berdampak langsung pada kegiatan pembelajaran, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran dari sisi keamanan.
“Karena ada tembok yang kondisinya belum sepenuhnya roboh. Dikhawatirkan siswa bermain di sekitar lokasi tersebut dan bisa saja tertimpa reruntuhan jika sewaktu-waktu roboh,” ujar Kepala SMPN 22 Mataram, H. Nasrullah, S.Pd., M.Pd., kepada NTBSatu, Rabu, 23 Juli 2025.
Selain tembok, akses jalan utama menuju sekolah dari arah Bertias dan Gontoran Barat, Lingsar mengalami kerusakan cukup parah. Sehingga, guru dan siswa terpaksa memutar arah melalui jalur altenatif.
Kemudian, jembatan yang biasanya sebagai akses masuk sekolah juga ambruk. Menyebabkan guru dan siswa terpaksa memakirkan kendaraan di luar sekolah.
Meskipun menghadapi kendala tersebut, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap berlangsung lancar. H. Nasrullah menyampaikan, penerimaan siswa baru tahun ini menunjukan peningkatan, meskipun belum memenuhi target.
Pemerintah sudah memberi perhatian dengan kedatangan dari Balai Wilayah Sungai (BWS), dan Dinas Pendidikan Kota Mataram yang berkunjung ke sekolah.
H. Nasrullah menjelaskan, terkait infromasi bantuan berupa Anggaran Biaya Tambahan (ABT) menyesuaikan dengan tingkat kerusakan sekolah. Adapun rencana perbaikan akan segera dalam waktu dekat.
“Kami berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar keamanan dan kenyamanan siswa dan memberikan perhatian pada sekolah-sekolah pinggiran. Terutama pasca bencana banjir seperti ini,” tutupnya. (*)