Luas Tanam Cabai di Sumbawa Melonjak 647 Hektare
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa mencatat peningkatan signifikan pada luas tanam komoditas cabai. Pada tahun 2026, petani memperluas area tanam cabai hingga mencapai 647 hektare. Melonjak tajam dari tahun sebelumnya yang hanya seluas 336 hektare.
Ekspansi lahan ini memperkuat ketersediaan stok lokal guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama, saat pasar menghadapi tingginya permintaan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati mengungkapkan, tren positif ini menunjukkan antusiasme petani Sumbawa dalam membudidayakan komoditas hortikultura.
”Angka tanam kita dari tahun 2025 yang semula 336 hektare, sekarang di tahun 2026 sudah mencapai 647 hektare masyarakat yang menanam cabai,” ungkapnya kepada NTBSatu, Minggu, 15 Maret 2026.
Wayan menjelaskan, lahan di Sumbawa menghasilkan produktivitas cabai yang cukup tinggi, yakni mencapai 203,46 kuintal per hektare. Karakter tanaman cabai yang memiliki masa panen panjang menjadi keuntungan tersendiri untuk menjaga stabilitas stok di daerah.
”Cabai ini bukan satu kali panen, dia bisa berkali-kali bahkan sampai delapan kali panen. Itulah mengapa saat pasar mengalami lonjakan permintaan yang signifikan, petani lokal kita sebenarnya masih memegang stok yang banyak,” jelasnya.
Terkait fluktuasi harga menjelang hari besar keagamaan atau Lebaran, Wayan menilai fenomena tersebut sebagai hal wajar. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi pembeli.
”Kita juga harus memperhatikan nasib petani. Saat hari raya, petani kita perlu merasakan harga yang naik. Jangan sampai mereka terus berada di posisi rendah yang tidak menguntungkan. Harapan kami, harga mulai stabil dan kembali normal untuk pembeli setelah Lebaran usai,” tambahnya.
8,85 Hektare Lahan Sudah Panen
Lebih lanjut, data terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar lahan masih menjalankan proses produksi aktif. Dinas Pertanian mencatat baru sekitar 8,85 hektare lahan yang telah menyelesaikan masa panennya secara total.
”Petani masih mengelola sisa lahan yang belum habis masa panennya. Jadi, pasokan kita secara keseluruhan sangat kuat,” paparnya.
Dinas Pertanian berharap melimpahnya produksi lokal ini mampu memangkas ketergantungan terhadap pasokan cabai dari luar daerah. Wayan juga meminta masyarakat tidak khawatir karena stok komoditas di pasar Sumbawa tetap aman.
”Kami terus memantau perkembangan di lapangan agar target produksi tetap terjaga. Kami berharap harga-harga komoditas pertanian segera stabil kembali setelah melewati masa puncak permintaan hari raya,” tutupnya. (*)



