INTERNASIONAL

Sosok Pria Bersorban di Logo Kota Salem Massachusetts Amerika Ternyata Tokoh Aceh

Mataram (NTBSatu) – Wacana penghapusan logo resmi Kota Salem, Massachusetts, Amerika Serikat yang menampilkan sosok pria bersorban, mendapat sorotan dari masyarakat Aceh.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) merespons serius isu ini dengan mengirimkan surat resmi kepada Gubernur Massachusetts, Maura Healey. Serta, Pemerintah Kota Salem.

Dalam surat tersebut, Mualem menyampaikan keprihatinannya atas rencana penghapusan lambang kota yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi hubungan awal antara Aceh dan Amerika.

Ia menekankan, simbol tersebut bukan sekadar ornamen visual. Melainkan jejak penting dari hubungan dagang internasional antara Aceh dan Salem pada abad ke-18.

“Daripada menghapus lambang itu, mari kita perkuat maknanya melalui kerja sama yang lebih luas seperti program pendidikan, pertukaran budaya. Hingga kemungkinan menjalin hubungan kota kembar antara Banda Aceh dan Salem,” ujar Mualem dalam suratnya, melansir TikTok @kabarone.aceh, Selasa, 22 Juli 2025

IKLAN

Lalu Siapakah Sosok Pria Bersorban Itu?

Sosok pria dalam lambang tersebut merupakan Po Adam, seorang bangsawan lokal atau ulee balang alias Aceh Barat Daya.

Dalam lambang itu, Po Adam mengenakan jubah biru tua, celana merah, sabuk kuning, dan sorban putih, serta membawa payung terbuka di bahu sebagai lambang kehormatan pada masanya.

Latar belakang lambang menampilkan kapal layar dan pohon palem, simbol koneksi maritim Salem dengan Asia Tenggara. Namun, menjelang akhir 2024, sebagian warga Salem mempertanyakan relevansi lambang ini.

Mereka menilai simbol tersebut mengandung elemen kolonialisme dan stereotip rasial, sehingga perlu dievaluasi atau bahkan dihapus.

Polemik ini pun menjadi perhatian lintas negara, karena menyangkut warisan sejarah yang menghubungkan dua budaya berbeda.

IKLAN

Kini, nasib lambang itu masih dalam perdebatan. Namun upaya Gubernur Aceh menunjukkan, simbol budaya seperti ini layak dipertahankan dan diberi makna baru di masa kini. (*)

Berita Terkait

Back to top button