Lima Jembatan Rusak Akibat Banjir, Pemkot Mataram Estimasikan Biaya Perbaikan Capai Rp9 Miliar

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mencatat, sedikitnya lima jembatan rusak akibat banjir beberapa waktu lalu. Perbaikan infrastruktur tersebut diperkirakan menelan anggaran hingga Rp9 miliar.
Sementara itu, ketersediaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) hanya sekitar Rp5 miliar. Sehingga, Pemkot berencana menggeser kebutuhan anggaran tersebut ke APBD Perubahan 2025.
“Dana BTT itu akan kami gunakan untuk melakukan intervensi langsung bagi warga terdampak. Serta, penanganan melalui kegiatan-kegiatan lainnya pasca banjir,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, Jumat, 18 Juli 2025.
Menurutnya, penggunaan BTT tidak bisa sembarangan karena ada pengawasan ketat dari berbagai pihak, termasuk inspektorat.
“Pengawasan dan perencanaan dalam menggunakan anggaran BTT harus berlapis-lapis sebelum eksekusi. Karena ini uang BTT, tidak bisa semena-mena,” tegas Alwan.
Alwan juga menjelaskan, setiap kegiatan perbaikan dengan anggaran di atas Rp400 juta wajib melalui proses tender.
“Harus ditender. Dana yang besar tidak bisa langsung eksekusi, dan setiap kegiatan juga harus diajukan oleh OPD terkait serta di-review terlebih dahulu,” jelasnya.
Adapun lima jembatan yang masuk dalam prioritas perbaikan adalah Jembatan Perumahan Mahkota di Bertais, Jembatan di Lingkungan Kebon Duren di Selagalas. Kemudian, Jembatan Pandan Salas, Jembatan Lingkungan Tegal, Jembatan penghubung Karang Kemong – Majeluk, Kecamatan Cakranegara.