Hj. Denda Sucihartiani Jadi Plt Direktur Utama BPR NTB

Mataram (NTBSatu) – PT BPR NTB Perseroda menunjuk Hj. Denda Sucihartiani sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 15 Juli 2025.
Penunjukan ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar dalam jajaran direksi dan komisaris, sebagai langkah strategis menuju transformasi menjadi bank syariah.
Hj. Denda Sucihartiani, yang sebelumnya menjabat Direktur Bisnis, kini mendapat kepercayaan memimpin BPR NTB dalam masa transisi penting ini.
Sosoknya dikenal luas sebagai figur berpengalaman dan berdedikasi tinggi di dunia perbankan daerah. Lulusan S1 Ekonomi Pengembangan dari Universitas Al-Azhar Mataram ini, telah meniti kariernya selama lebih dari 35 tahun di PD. BPR NTB, sejak tahun 1987.
Kariernya melesat dari Kepala PD. BPR LKP Gunung Sari (1987–1996), lalu menjadi Direktur PD. BPR LKP Gunung Sari. Selanjutnya, PD. BPR NTB Lombok Barat (1996–2018), hingga akhirnya sebagai Direktur Utama PD. BPR NTB Lombok Barat.
Di luar pengalaman praktis, Hj. Denda aktif mengikuti berbagai pelatihan perbankan, seperti analisa pembiayaan, manajemen risiko, credit scoring, hingga strategi penanganan kredit macet dan pelayanan prima (service excellent).
Ia juga telah mengantongi Sertifikat Direktur Tingkat 1 BPR dari Lembaga Sertifikasi Profesi BPR, BPRS, dan LKM.
Pengalamannya yang matang dan rekam jejak kepemimpinan yang kuat menjadikan Hj. Denda figur sentral dalam proses transformasi kelembagaan BPR NTB menuju bank syariah.
Selain Hj. Denda, sejumlah posisi strategis juga diisi oleh figur lain. Zulkifli Hamdani sebagai Plt Direktur Operasional merangkap Direktur Kepatuhan, Ria Prayuniarti sebagai Plt Komisaris Utama, dan Syarif Mustaan yang tetap sebagai Komisaris Independen.
Sementara itu, jajaran lama seperti Ketut Sudharmana, H. Usman, Lalu Nofian Hadi Saputra, dan M. Abduh resmi diberhentikan.
“Kita berharap jajaran baru bisa bekerja maksimal untuk menuntaskan fase transformasi ke syariah,” ujar Eks Komisaris Utama, Lalu Nofian Hadi Saputra kepada NTBSatu, Selasa malam, 15 Juli 2025. (*)