Diisukan Kabur, Investor Proyek Kereta Gantung Rinjani Sedang Urus Amdal

Mataram (NTBSatu) – Sempat dikabarkan mega proyek pembangunan kereta gantung di kawasan Gunung Rinjani batal dikerjakan. Hal itu karena belum ada kepastian dari pemodal atau investor.
Lama menghilang, kabar terbaru ternyata investor asal China itu ternyata masih proses mengurus Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Hal ini menegaskan, pembangunan proyek dengan nilai Rp5,6 triliun ini tetap berlanjut.
“Kabar bahwa investor meninggalkan proyek tersebut tidak benar. Tidak kabur, mereka baru-baru ini datang ke kantor dan melaporkan sedang dalam proses pengurusan Amdal,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Hj. Eva Dewiyani, Selasa, 15 Juli 2025.
Eva menjelaskan, pengurusan Amdal memang membutuhkan waktu cukup lama karena wewenangnya berada di Pemerintah Pusat, bukan di pemerintah daerah. Karena pembangunan proyek ini menggunakan Penanaman Modal Asing (PMA).
“Kita tidak bisa intervensi karena perizinannya di pusat. Mau minta dipercepat pun tidak bisa,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan investor juga dapat dipastikan karena mereka memiliki kantor di kawasan Gunung Sari, Lombok Barat.
“Alamatnya jelas di Gunung Sari, jadi bisa dicari kalau ada yang meragukan,” tambahnya.
Tak hanya itu, sebagai bukti keseriusan, investor sudah memberikan dana jaminan sebesar Rp5 miliar di Bank NTB Syariah sejak groundbreaking proyek pada 2022 lalu.
“Dengan menaruh uang di Bank NTB Syariah, itu jadi bukti keseriusan mereka,” kata Eva.
Lebih lanjut, Eva menyebutkan pihak investor, termasuk direktur perusahaan yang berasal dari Cina, sempat berkunjung langsung ke kantor DPMPTSP NTB pada Juni lalu untuk memberikan laporan perkembangan.
“Kami hanya bisa memantau saja, karena semua proses perizinan, termasuk Amdal, menjadi kewenangan pusat,” pungkasnya. (*)