Daftar 15 Kabupaten Terkaya di Indonesia, Sumbawa Barat Masuk Daftar

Mataram (NTBSatu) – Morowali di Sulawesi Tengah resmi menyandang predikat sebagai kabupaten terkaya di Indonesia pada 2024. Berdasarkan data BPS, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Morowali mencapai Rp1 miliar per tahun.
Angka fantastis ini tak lepas dari pesatnya pertumbuhan industri pengolahan nikel di wilayah tersebut.
Menariknya, dominasi ekonomi dalam daftar 15 kabupaten terkaya ini banyak didorong oleh dua sektor utama, yakni industri manufaktur dan pertambangan.
Kabupaten Teluk Bintuni di Papua Barat menduduki peringkat kedua dengan PDRB per kapita sebesar Rp570 juta per tahun. Menyusul Halmahera Tengah di posisi ketiga dengan Rp520 juta per tahun.
Berikut daftar lengkap 15 kabupaten terkaya di Indonesia berdasarkan PDRB per kapita 2024:
- Morowali (Sulteng) – Rp1 miliar;
- Teluk Bintuni (Papua Barat) – Rp0,57 miliar;
- Halmahera Tengah (Maluku Utara) – Rp0,52 miliar;
- Mimika (Papua Tengah) – Rp0,45 miliar;
- Kepulauan Anambas (Kep. Riau) – Rp0,36 miliar;
- Kutai Timur (Kaltim) – Rp0,34 miliar;
- Tana Tidung (Kaltara) – Rp0,33 miliar;
- Bengkalis (Riau) – Rp0,30 miliar;
- Kepulauan Seribu (DKI Jakarta) – Rp0,28 miliar;
- Natuna (Kep. Riau) – Rp0,26 miliar;
- Kutai Kartanegara (Kaltim) – Rp0,26 miliar;
- Siak (Riau) – Rp0,25 miliar;
- Morowali Utara (Sulteng) – Rp0,24 miliar;
- Sumbawa Barat (NTB) – Rp0,24 miliar;
- Kutai Barat (Kaltim) – Rp0,22 miliar.
Dari daftar ini, Sumbawa Barat menjadi satu-satunya wakil dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berhasil masuk jajaran kabupaten terkaya di Indonesia.
Keberhasilan ini turut ditopang oleh sektor pertambangan yang berperan besar dalam peningkatan nilai tambah ekonomi wilayah.
Namun demikian, penting untuk dicatat bahwa nilai PDRB per kapita tidak selalu mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara merata.
Nilai ini hanya menggambarkan rata-rata kontribusi ekonomi per individu, tanpa memperhitungkan distribusi pendapatan atau ketimpangan sosial yang mungkin terjadi di lapangan.
Dengan data ini, terlihat bahwa sektor industri ekstraktif seperti tambang dan pengolahan tetap menjadi tumpuan utama pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia. (*)