Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupetan (Pemkab) Kabupaten Lombok Timur, berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur, terutama jalan.
Meskipun anggaran sebesar Rp73 miliar mengalami penarikan akibat kebijakan efisiensi, Pemkab Lombok Timur memastikan proyek tetap berjalan dengan skema tahun jamak (multi year).
Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam menghadapi keterbatasan anggaran.
Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur kini tengah menyusun rencana pembangunan dengan model tahun jamak.
“Kita masih menghitung bersama sejumlah OPD. Jika memungkinkan, dalam empat hingga lima tahun ke depan, kita akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar,” ujar Edwin, Sabtu, 22 Maret 2025.
Dengan sistem ini, proyek pembangunan jalan bisa tetap berjalan. Sementara pembayarannya secara bertahap.
Pola ini dinilai lebih efektif untuk memastikan infrastruktur tetap berkembang, tanpa membebani keuangan daerah dalam satu tahun anggaran.
Edwin juga menyoroti pentingnya penataan birokrasi dalam mendukung pembangunan. Ia memastikan, bahwa setiap aparatur akan pihaknya tempatkan sesuai kompetensi dan latar belakang pendidikannya. Agar kinerja pemerintahan semakin efektif dan efisien.
Ia juga menekankan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi jalan yang rusak. Melalui strategi ini, perbaikan jalan-jalan yang mengalami kerusakan parah akan tetap menjadi prioritas utama.
Dengan skema tahun jamak dan efisiensi birokrasi, Edwin optimis pembangunan infrastruktur di Lombok Timur tetap berjalan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
Ia berharap masyarakat mendukung penuh program ini agar pembangunan di Lombok Timur dapat terus berlanjut.. (*)