Mataram (NTBSatu) – PT Yamaha Music Product Asia (YMPA) mengonfirmasi, akan menghentikan aktivitas produksinya tahun 2025. Dampak dari keputusan ini adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 1.100 pekerja.
Alasan penghentian aktivitas produksi ini, karena perusahaan memutuskan merelokasi produksi alat musik ke China dan Jepang. Kebijakan tersebut memicu perbincangan keterkaitan antara Yamaha Music dengan Yamaha Motor. Sebab, kedua perusahaan kerap dianggap satu entitas karena kemiripan logo.
Lantas bagaimana sejarah kedua perusahaan tersebut berdiri? Simak penjelasan berikut yang NTBSatu telah rangkum dari berbagai sumber:
Sebagai informasi, Yamaha memiliki sejarah panjang di industri manufaktur. Perusahaan ini berdiri tahun 1887 dengan nama Nippon Gakki Co. Ltd., oleh Torakusu Yamaha di Hamamatsu, Jepang.
Pada awalnya, perusahaan hanya memproduksi organ buluh sebelum akhirnya merambah berbagai alat musik seperti gitar, piano, dan pianika.
Pada 1955, Yamaha mulai terjun ke industri otomotif dengan meluncurkan sepeda motor pertamanya, Yamaha YA-1. Motor ini mendapat sambutan positif, membuka jalan bagi pertumbuhan Yamaha Motor Corporation.
Sejak saat itu, Yamaha semakin dikenal sebagai salah satu produsen sepeda motor terbesar di dunia.
Meski memiliki logo yang hampir sama, Yamaha Music dan Yamaha Motor merupakan dua perusahaan yang berbeda. Yamaha Music berada di bawah naungan Yamaha Corporation, sedangkan Yamaha Motor pada Yamaha Motor Corporation.
Keputusan Yamaha Music untuk menghentikan operasional pabriknya di Indonesia menjadi bagian dari strategi bisnis global mereka. Sementara itu, Yamaha Motor tetap eksis dan terus berkembang di industri kendaraan bermotor.
Dengan perjalanan panjang di dua sektor industri yang berbeda, Yamaha tetap menjadi merek ternama. Namun, dengan berhentinya aktivitas produksi tahun 2025, masa depan produksi alat musik Yamaha di Indonesia menjadi semakin tidak menentu. (*)