HIBURAN

3 Alasan RX-King Cobra Makin Diburu Kolektor saat Ramadan

Mataram (NTBSatu)Yamaha RX-King Cobra, motor legendaris yang diproduksi antara tahun 1983 hingga 1995, kini semakin diburu kolektor, terutama saat Ramadan.

Motor dua-tak ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga bagian dari sejarah otomotif yang menghadirkan sensasi berkendara khas di era 80-90an.

Desainnya yang ikonik, performa tangguh, dan statusnya sebagai simbol kebebasan membuat RX-King Cobra tetap memiliki banyak peminat meski sudah puluhan tahun berlalu.

Di bulan Ramadan, motor ini sering menjadi pilihan untuk ngabuburit, berkeliling sore menjelang berbuka puasa. Suara khas dari mesin dua-taknya yang garang berpadu dengan hembusan angin sore menciptakan sensasi berkendara yang sulit motor modern tandingi.

Tak heran jika RX-King tetap menjadi primadona di jalanan dan komunitas pecinta motor klasik.

IKLAN

Menurut ahli otomotif Otosia, ada tiga alasan utama mengapa RX-King Cobra semakin langka dan memiliki banyak peminat, di antaranya:

1. Mesin Bandel dan Tahan Lama

    Salah satu daya tarik utama RX-King Cobra adalah mesinnya yang tangguh. Motor ini menggunakan blok mesin kode Y1 dan Y2 buatan Jepang, yang terkenal kuat dan awet. Dengan mesin 135 cc 2-tak, RX-King mampu menghasilkan tenaga 18,5 hp pada 8.500 rpm dan torsi 14,5 Nm pada 7.500 rpm.

    Keunggulan lain adalah transmisi manual 5 percepatan dan sistem pendingin udara, yang membuat motor ini tetap bertenaga di berbagai kondisi jalan.

    Bahkan setelah bertahun-tahun, performa RX-King Cobra tetap bisa pengendara andalkan. Inilah yang membuat tetap banyak peminat. Terutama oleh mereka yang ingin merasakan sensasi berkendara klasik saat ngabuburit.

    2. Faktor Nostalgia dan Ikon “Raja Jalanan”

      Di era 80-90an, RX-King Cobra terkenal sebagai “Raja Jalanan” berkat kecepatannya yang luar biasa dan suara knalpotnya yang khas. Motor ini menjadi simbol kebebasan bagi anak muda pada masanya. Bagi banyak orang, mengendarai RX-King Cobra bukan hanya soal performa, tetapi juga soal kenangan.

      IKLAN

      Banyak pemilik RX-King saat ini adalah mereka yang ingin menghidupkan kembali memori masa muda mereka. Saat Ramadan, suasana ngabuburit dengan motor ini semakin terasa spesia, melaju di jalanan kota dengan suara khas RX-King yang bergema, melewati jalanan sore yang ramai oleh pedagang takjil dan anak muda yang menikmati udara senja.

      3. Kelangkaan dan Nilai Investasi Tinggi

        Sejak produksinya berhenti pada tahun 1995, RX-King Cobra semakin sulit ditemukan dalam kondisi orisinal. Banyak unit yang telah dimodifikasi atau mengalami keausan. Sehingga motor dalam kondisi mulus menjadi sangat langka dan bernilai tinggi.

        Harga RX-King terus meningkat, bahkan dalam kondisi original, harga motor ini bisa mencapai puluhan juta rupiah. Para kolektor rela berburu unit terbaik, menjadikannya sebagai aset investasi di dunia otomotif klasik.

        Kata Cobra pun bukan nama resmi, hanya saja terdapat gambar ular kobra dalam brosur penjualannya waktu itu.

        Sensasi Ngabuburit dengan RX-King Cobra

        Ngabuburit dengan RX-King Cobra memberikan pengalaman yang unik dan penuh nostalgia. Mesin dua-tak yang bertenaga memberikan akselerasi yang responsif, memungkinkan pengendara merasakan sensasi berkendara yang berbeda dari motor modern.

        Banyak komunitas RX-King yang mengadakan touring sore menjelang berbuka, melewati jalanan kota sambil menikmati angin sepoi-sepoi.

        Suara khas knalpot RX-King yang menggelegar menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan atmosfer jalanan tempo dulu yang kini sulit kita temukan.

        “Pokoknya paling ngerasa gagah sudah kita kalau pakai King Cobra ngabuburit,” kata pemilik RX-King di Lombok Timur, Firman. (*)

        Muhammad Khairurrizki

        Jurnalis Pemkab Lombok Timur

        Berita Terkait

        Tinggalkan Balasan

        Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

        Back to top button