Mataram (NTBSatu) – Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana menekankan, hingga saat ini belum ada bukti adanya geng motor atau kelompok kriminal terorganisir di Kota Mataram.
Ia menjelaskan bahwa insiden kriminal yang terjadi di Jalan Udayana beberapa hari lalu kemungkinan bersifat personal. Prosesnya pun sedang berjalan di Polresta Mataram.
Pernyataan ini Wali Kota Mataram sampaikan di tengah kesibukannya mengikuti rangkaian retret pasca pelantikan.
Meskipun demikian, ia menegaskan tetap memberikan perhatian penuh terhadap keamanan dan ketertiban di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut.
Mohan juga telah menginstruksikan jajarannya untuk bersinergi dengan aparat keamanan. Tujuannya memastikan situasi tetap kondusif.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Proses penanganan kasus ini sedang berjalan, dan ada beberapa orang yang sedang diperiksa lebih lanjut,” ujarnya, Jumat, 21 Februari 2025.
Lebih lanjut, Mohan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar. Ia menyoroti adanya hoaks yang mengaitkan peristiwa di daerah lain dengan situasi di Kota Mataram. Sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Jangan mudah percaya informasi yang beredar di media sosial. Ada hoaks yang mengangkat kejadian dari tempat lain, kemudian seolah-olah terjadi di Mataram. Kita harus bijak dalam menyaring informasi,” tambahnya.
Ia juga menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, khususnya antara pukul 00.00 Wita hingga 04.00 Wita.
“Langkah ini untuk mencegah tindak kriminal yang sering terjadi pada dini hari, terutama yang bermula dari balap liar dan aktivitas remaja yang tidak terkendali,” tegasnya.
Keresahan Warga Akibat Teror Geng Motor
Sebelumnya, kasus geng motor yang semakin meresahkan kini menghantui warga Mataram. Aksi brutal kelompok tersebut yang beroperasi pada jam-jam rawan telah menciptakan keresahan di berbagai titik kota.
Melalui akun Instagram @ammarrosyadi10 mengungkap rute operasi geng ini, yaitu:
- Rute 1: Narmada/Lingsar > Sayang-Sayang > Jalan Baru Monjok > Udayana
- Rute 2: Gerung/Labuapi > Tembolak > Asrama Haji > Loang Balok > Ampenan > Udayana
Diketahui titik pemberhentian utama mereka di Sayang-Sayang dekat Jembatan, Udayana (berkeliling mencari mangsa), dan Tembolak.
Keberadaan mereka pada Jumat, Sabtu, dan Minggu antara pukul 23.00 – 02.00 menciptakan ketakutan di kalangan masyarakat, terlebih setelah insiden yang menimpa I Made Budiarsa pada Minggu, 16 Februari 2025.
Maraknya aksi geng motor membuat warga semakin waspada dan merasa tidak aman.
Alwan, seorang warga Rembiga, mengaku khawatir dengan keselamatan keluarganya karena rumahnya berada dekat dengan salah satu rute geng motor tersebut.
“Setiap malam minggu, suara knalpot bising sering terdengar dari arah Udayana. Kami jadi takut keluar malam, bahkan untuk sekadar beli kebutuhan mendesak,” ujar Alwan, Jumat 21 Februari 2025.
Ia menyebut titik rawan di Sayang-Sayang dan Udayana sangat dekat dengan wilayah tempat tinggalnya, sehingga ia khawatir anak-anak muda di lingkungan tersebut bisa terpengaruh untuk ikut-ikutan dalam kegiatan negatif.
Alwan berharap pemerintah dan aparat keamanan segera bertindak tegas untuk mengatasi permasalahan ini.
“Kami hanya ingin hidup tenang tanpa rasa takut setiap malam. Semoga patroli keamanan benar-benar diperketat, terutama pada akhir pekan,” harapnya. (*)