RSUD Lombok Timur Belum Input Capaian PAD Triwulan II 2024
Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menargetkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp220 miliar di akhir triwulan kedua 2024.
Angka itu sekitar 40 persen dari total target PAD 2024 sebesar Rp550 miliar lebih.
Hal itu disampaikan Pj Sekda Lombok Timur, H Hasni, usai menggelar rapat koordinasi Evaluasi Capaian PAD Lombok Timur pada Selasa, 11 Juni 2024.
Pada rapat itu membahas sejumlah hal terkait progres realisasi PAD di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Baik itu realiasi PAD dari sektor kesehatan, pajak, dan banyak lainnya.
“Rapat evaluasi kita ini adalah berkaitan dengan capaian PAD kita sampai Bulan Mei. Dari laporan yang telah masuk melalui sistem, memang ada beberapa OPD yang belum menginput capaian PAD,” kata Hasni.
OPD yang belum menginput capaian itu adalah Dinas Kesehatan Lombok Timur dan rumah sakit. Dua sektor ini dikatakan memiliki target dan realiasi capaian PAD paling besar dibandingkan OPD yang lain.
Berita Terkini:
- Tak Penuhi Standar, Dua Dapur SPPG di Kabupaten Sumbawa Dihentikan
- Menunggu Perda SOTK, Kadinkes Loteng Masih Rangkap Jabatan Jadi Plt Direktur RSUD Praya
- Jaga Stabilitas Anggaran, Bupati Amar Pastikan SiLPA Berpihak kepada Kepentingan Masyarakat
- Kadis LH Lotim Pasang Badan, Siap Berikan Pendampingan Sanitasi untuk Dapur MBG
- Penggunaan BTT untuk Masaro Disorot Dewan, DLH Lobar: Penanganan Sampah Itu Darurat
“Kalau melihat PAD di Dinas Kesehatan dan rumah sakit, kemungkinan realiasi PAD kita sampai Mei sekitar 35 persen,” ucap Hasni.
Melihat progres tersebut, realiasi PAD Lombok Timur pun diperkirakan bisa mencapai 40 persen atau sekitar Rp220 miliar pada akhir Juni 2024.
Realisasi PAD Lombok Timur di triwulan kedua tahun ini menurutnya mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Tahun lalu, dalam kurun waktu yang sama, realiasi PAD kita di triwulan kedua hanya Rp150 miliar. Sedangkan saat ini sudah mencapai Rp160 miliar, itu belum masuk dari Dinas Kesehatan dan rumah sakit,” ujarnya. (MKR)



