BERITA NASIONAL

CRED: Indonesia Masuk 5 Negara dengan Kejadian Bencana Alam Terbanyak

Mataram (NTBSatu) – Centre for Research on the Epidemiology of Disasters (CRED) melaporkan melaporkan 399 kejadian bencana alam yang terjadi di seluruh dunia sepanjang 2023.

Bencana alam sepanjang tahun lalu telah menyebabkan 86.473 korban jiwa dan berdampak pada 93,1 juta orang secara global.

Menurut Siaran CRED yang bertajuk 2023 Disasters in Numbers, Indonesia masuk lima besar negara dengan kejadian bencana alam terbanyak dunia pada tahun lalu. Berada pada posisi kelima, terdapat 15 kejadian bencana alam yang melanda tanah air pada tahun lalu. Jumlahnya pun sama dengan Filipina.

Sementara Amerika Serikat memuncaki daftar negara dengan bencana alam terbanyak pada 2023, mencapai 25 kejadian. Selanjutnya, ada China dan India di posisi berikutnya dengan masing-masing 17 kejadian bencana.

IKLAN

Kemudian, Brasil menempati posisi keempat dengan total 16 kejadian bencana alam. Di bawah Indonesia dan Filipina, ada Pakistan dan Turki dengan jumlah masing-masing 13 kejadian dan 8 kejadian bencana alam sepanjang tahun lalu.

Berita Terkini:

CRED memiliki kriteria dalam pencatatan kejadian bencana alam yang terhimpun dalam laporannya. Misalnya, kejadian termasuk dalam kategori bencana jika memenuhi setidaknya satu dari empat kriteria, yaitu mengakibatkan minimal 10 orang meninggal, berdampak pada minimal 100 orang, memicu deklarasi keadaan darurat, dan memerlukan seruan bantuan internasional.

Disamping itu, perusahaan mitigasi risiko keuangan, AON, melakukan estimasi nilai kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh bencana alam secara global pada 2023 mencapai 380 miliar dolar AS atau setara Rp6.176,52 triliun (asumsi kurs Rp16.254 per dolar AS).

Berdasarkan jenisnya, gempa bumi menjadi bencana alam dengan nilai kerugian ekonomi terbesar di dunia pada 2023, yaitu sebesar 99 miliar dolar AS.

Kedua, ada badai konvektif ekstrim dengan estimasi nilai kerugian ekonomi sebesar 94 miliar dolar AS. Lalu, bencana alam banjir dan kekeringan juga menimbulkan kerugian masing-masing sebesar 85 miliar dan 45 miliar dolar AS.

Selanjutnya, siklon tropis mengakibatkan kerugian ekonomi senilai 35 miliar dolar AS. Kemudian, bencana kebakaran dengan estimasi kerugian 11 miliar dolar AS.

Ada pula musim dingin yang menimbulkan kerugian ekonomi dengan estimasi sebesar 6 miliar dolar AS.

Terakhir, AON melaporkan perkiraan kerugian ekonomi yang timbul akibat badai angin eropa sebanyak 5 miliar. (STA)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button