Pilgub NTB atau Pilwalkot Bima, HMS Tunggu Arahan Zulhas
Mataram (NTBSatu) – Anggota DPR RI H. Muhammad Syafrudin dari Partai Amanat Nasional (PAN) menampakan keseriusannya untuk maju sebagai Calon Walikota Bima.
Hal ini dibuktikan dengan penyerahan formulir pendaftaran di beberapa partai politik.
“Semoga mendapatkan jawaban beberapa partai yang sudah daftarkan walaupun harus melalui tahapan yang diterapkan oleh masing-masing partai tersebut,” jelasnya kepada NTBSatu Kamis, 16 Mei 2024.
Ditanya perihal partai mana saja yang telah diserahkan formulirnya, anggota DPR RI tiga periode itu mengaku telah menyerahkan formulir pendaftaran di tujuh partai.
“Sampai hari ini untuk pencalonan di Calon Walikota Bima, saya sudah mendaftar di PAN, Demokrat, Golkar, PBB, Hanura, PDIP, dan Nasdem,” papar politisi yang akrab dengan singkatan HMS ini.
“Sambil menunggu waktu buka pendaftaran di Gerindra dan PKS,” tambahnya.
Selain itu, ia masih menunggu arahan dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).
Ini terkait kepastiannya bertahan hingga akhir jabatan di DPR RI, atau akan mengundurkan diri untuk persiapan maju di Pilkada Kota Bima dan Pilgub NTB.
Berita Terkini:
- Pakar Soroti Dugaan Cawe-Cawe Tim Transisi di Program “Desa Berdaya”, Dewan Penerima Uang Belum Tersentuh
- Kantor Digempur 30 Bom AS–Israel Dini Hari: Begini Serangan yang Tewaskan Khamenei
- Anak hingga Cucu Khamenei Ikut Tewas Akibat Serangan Gabungan Israel-AS
- Empat Kelurahan di Mataram Jadi Fokus Intervensi Kemiskinan Ekstrem, DPRD Ingatkan Soal Data dan Transparansi
- Tarif PDAM Naik per 1 Maret 2026, DPRD Kota Mataram Tekankan Perlindungan Pelanggan
“Mengingat sekarang masih di MK pembahasannya. Sebagai kader saya taat kepada perintah partai,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, DPW PAN NTB telah menetapkan nama-nama yang akan diusung oleh partai berlogo matahari terbit di seluruh daerah NTB, termasuk Kota Bima.
Berdasarkan hasil pleno yang diperluas, nama Ketu DPD PAN Kota Bima Feri Sofyan menjadi calon tunggal untuk diusung pada Pilkada Kota Bima.
Menanggapi itu, Rudi Mbojo melihat hal itu merupakan sesuatu yang biasa dilakukan oleh partai politik.
Ia pun tak khawatir. Terpenting baginya menyiapkan diri untuk maju di Pilkada Kota Bima atau tetap akan ditugaskan maju di Pemilihan Gubernur sebagai Calon Wakil Gubernur.
Di mana sebelumnya diberikan surat tugas oleh DPW PAN NTB.
“Nggak apa-apa kalau rekomendasi boleh siapapun. Namanya surat tugas namun berdasarkan survey akan diberikan SK bagi lang layak,” tandasnya. (ADH)



