BMKG: Intensitas Hujan di NTB Diprakirakan Berkurang Selama 10 Hari ke Depan
Lombok Timur (NTBSatu) – Potensi hujan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diprakirakan berkurang pada dasarian I (1-10) Mei 2024.
Peluang curah hujan dengan intensitas >20mm/dasarian dengan probabilitas >50% hanya berpeluang terjadi di Kabupaten Lombok Barat bagian Utara, Kota Mataram, dan sebagian kecil Kabupaten Lombok Tengah bagian Utara.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, Ni Made Adi, mengatakan saat ini wilayah NTB berada pada periode peralihan musim hujan menuju musim kemarau.
Berita Terkini:
- Daftar Negara yang Kapalnya Diizinkan Iran Melintas di Selat Hormuz
- Serangan Rudal Iran Hantam Desa di Israel, 11 Orang Terluka
- Wagub Umi Dinda dan Wali Kota Bima Bahas Pembangunan RSUD, Targetkan Jadi Rumah Sakit Rujukan
- Dewan Minta Pemprov Siapkan Pengganti Kantor Bawaslu NTB Menjelang Tahapan Pemilu 2029
- Sekarbela Tertahan di Kecamatan Tipe B, Pemekaran Wilayah Jadi Solusi
Saat ini, indeks ENSO (+0.93) terpantau berada pada kondisi El Nino Lemah yang sudah berlangsung selama 34 dasarian. Prediksi indeks ENSO secara gradual akan beralih menjadi Netral mulai pada Mei-Juli 2024.
Sebelumnya, curah hujan pada dasarian III April 2024 secara umum dalam kategori Rendah (0-50 mm/dasarian). Sifat hujan pada dasarian III April 2024 di wilayah NTB umumnya didominasi kategori Atas Normal (AN).
Curah hujan tertinggi di pos hujan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat sebesar 211 mm/dasarian.
Lalu monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) Provinsi NTB secara umum berada pada katagori Sangat Pendek (1-5 hari). HTH terpanjang tercatat di pos hujan Moyohilir, Kabupaten Sumbawa selama 13 hari. (MKR)



