Paman Jadi Plh Sekda Medan, Bobby Nasution Dihujani Kritik Nepotisme
Mataram (NTBSatu) – Keputusan Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk menunjuk pamannya, Benny Sinomba Siregar, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan menuai pro dan kontra.
Penunjukan ini dinilai sejumlah kalangan sebagai bentuk nepotisme dan memicu kekhawatiran atas akuntabilitas dan profesionalisme dalam birokrasi Pemko Medan.
Beberapa netizen mempertanyakan objektivitas dan netralitas Bobby Nasution dalam memilih Plh Sekda.
Penunjukan paman kandungnya dikhawatirkan didasari faktor keluarga, bukan berdasarkan kompetensi dan pengalaman.
Berita Terkini:
- Gubernur Iqbal Sampaikan LKPJ 2025, Akui Tekanan Berat dalam Satu Tahun Memimpin
- Rekonstruksi Kalimango Dikebut, Hunian Layak, Air Bersih hingga Listrik Jadi Prioritas
- Polemik PHK Perumdam Bintang Bano, RDP Komisi III DPRD KSB Tertutup untuk Media
- Tambang Rakyat di NTB: Mulai Beroperasi, Belum Bayar Retribusi
- DPRD Mataram Dukung Gerakan Bersepeda ke Kantor, Jadi Solusi Sehat dan Hemat Energi di Tengah Krisis
“Nepotisme sudah disetujui kok oleh mayoritas masyarakat Indonesia, makanya ga perlu ngeluh kalau ada orang yang nyalahin kita karena mereka ordal (orang dalam), kan kita juga yang setujui,” tulis salah satu akun iqbalef di salah satu postingan Kompas, Senin 29 April 2024.
Masyarakat juga cemas dengan akuntabilitas dan profesionalisme Benny Sinomba dalam menjalankan tugasnya sebagai Plh Sekda.
“Kedekatannya dengan Bobby dikhawatirkan dapat memicu konflik kepentingan dan menghambat transparansi dalam pengambilan keputusan,” tulis salah satu akun. (WIL)



