Paman Jadi Plh Sekda Medan, Bobby Nasution Dihujani Kritik Nepotisme
Mataram (NTBSatu) – Keputusan Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk menunjuk pamannya, Benny Sinomba Siregar, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan menuai pro dan kontra.
Penunjukan ini dinilai sejumlah kalangan sebagai bentuk nepotisme dan memicu kekhawatiran atas akuntabilitas dan profesionalisme dalam birokrasi Pemko Medan.
Beberapa netizen mempertanyakan objektivitas dan netralitas Bobby Nasution dalam memilih Plh Sekda.
Penunjukan paman kandungnya dikhawatirkan didasari faktor keluarga, bukan berdasarkan kompetensi dan pengalaman.
Berita Terkini:
- Iuran BPJS Kesehatan Naik 2026, Simak Tarif Kelas 1, 2, dan 3 yang Berlaku Sekarang
- Deretan Larangan bagi Jemaah Haji 2026, Siaran Langsung hingga Bawa Bendera
- Pembalap Indonesia Kiandra Ramadhipa Juarai Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 di Spanyol
- Seminar IKA Undiksha NTB: Hadapi Disrupsi AI, Rektor Undiksha Tekankan Pentingnya Penguatan Tata Kelola Pendidikan
- Mataram Friday Relax 2026, Ruang Tumbuh Bersama yang Dihadirkan Bank NTB Syariah untuk Masyarakat
“Nepotisme sudah disetujui kok oleh mayoritas masyarakat Indonesia, makanya ga perlu ngeluh kalau ada orang yang nyalahin kita karena mereka ordal (orang dalam), kan kita juga yang setujui,” tulis salah satu akun iqbalef di salah satu postingan Kompas, Senin 29 April 2024.
Masyarakat juga cemas dengan akuntabilitas dan profesionalisme Benny Sinomba dalam menjalankan tugasnya sebagai Plh Sekda.
“Kedekatannya dengan Bobby dikhawatirkan dapat memicu konflik kepentingan dan menghambat transparansi dalam pengambilan keputusan,” tulis salah satu akun. (WIL)



