Sosiolog: Praktik Politik Uang Bisa Bikin Generasi Muda Apatis
“Sebagai generasi muda, dalam kondisi yang pragmatis seperti itu, seharusnya tidak kehilangan idealismenya hanya dengan sejumlah uang saja. Karena kalau begitu, harapan Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai,” terang Azhar.
Dirinya pun mendorong agar praktik politik uang seperti ini seharusnya menjadi atensi yang benar-benar diperhatikan pemerintah dan penyelenggara pemilu. Karena, ketika praktiknya terus terjadi yang menjadi korban adalah masyarakat, anak muda.
“Secara aturan ini sudah jelas dan lengkap. Tidak ada ruang sebenarnya untuk melakukan politik uang. Tetapi, ketika ada yang melakukan, penegakkan aturannya lemah,” ujar Azhar.
Semisal saja, diberikan sanksi yang tegas kepada yang terbukti melakukan praktik politik uang, pasti semua akan taat pada aturan tersebut.
Berita Terkini:
- Kesejahteraan Guru Honorer: Pilar Mutu Pendidikan Nasional
- Seleksi Senyap Direksi PT GNE, 13 Pelamar Lolos Administrasi
- Sopir yang Ditemukan Meninggal di Trotoar Lintas Sumbawa – Bima Diduga Korban Pengeroyokan
- Program MBG di NTB saat Ramadan Gunakan Paket Kering
“Jangan hanya sekadar mengatakan terbukti bersalah, lalu tidak ada tindakan atau konsekuensi selanjutnya,” tegasnya.
Azhar melanjutkan, praktik ini harus segera dihilangkan apalagi ingin menatap Indonesia Emas 2045 mendatang.
“Tetapi bila masih tersandera dengan praktik politik uang, maka Indonesia akan kehilangan ruh idealismenya dalam bernegara,” tandasnya. (JEF)



