Ternyata Ini Penyebab Suhu Udara di Lombok Terasa Lebih Panas
Mataram (NTBSatu) – Dalam beberapa hari terakhir suhu udara di wilayah Pulau Lombok terasa lebih panas dari biasanya.
Suhu udara yang cukup panas ini tidak hanya dirasakan saat siang, tetapi pada malam hari pun setiap orang dengan mudah berkeringat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (Stamet ZAM) menjelaskan, fenomena ini terjadi akibat penyinaran matahari di wilayah Pulau Lombok yang cukup intens.
“Didukung dengan tutupan awan yang sedikit pada pagi hingga sore hari yang membuat cuaca didominasi cerah hingga cerah berawan, sehingga suhu udara pada umumnya akan cenderung terasa lebih panas,” ungkap Prakirawan BMKG Stamet ZAM, Nur Siti Zulaichah, S.Tr., kepada NTBSatu, Jumat, 23 Februari 2024.
Selain itu pada malam hari, lanjutnya, kecepatan angin yang cenderung rendah juga dapat menyebabkan suhu udara di sekitar lebih panas.
Berita Terkini:
- Jangan Sampai Gagal Daftar! Begini Cara Registrasi Akun Siswa SNPMB 2026
- Bingung Pilih Tempat Bulan Madu? Ini Lima Pantai Ikonik di Lombok Wajib Dikunjungi
- Presiden Tegas Dukung NTB–NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028
- Profil PPH Van Ham, Jenderal Tertinggi Belanda yang Gugur di Tangan Pasukan Lombok
“Karena kelembaban cukup tinggi, sehingga suhu udara lebih lembab,” sambung Nur Siti.
Terlebih lagi, katanya, khusus untuk wilayah Kota Mataram dan sekitarnya saat ini sedang memasuki fase kulminasi (Hari Tanpa Bayangan) yang akan terjadi pada tanggal 27 Februari 2024.
“Kulminasi adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Sehingga mendapatkan penyinaran matahari yang cukup intens,” tambah Nur Siti. (JEF)



