Makin Barbar, Israel Tak izinkan Penguburan di Luar Rumah Sakit Al-Shifa Gaza, Jenazah Menumpuk
Mataram (NTBSatu) – Situasi mencekam melibatkan ribuan individu yang terperangkap di Rumah Sakit Al-Shifa Gaza. Di mana jenazah korban serangan Israel menumpuk dan membusuk.
Rumah sakit terbesar di Gaza ini menghadapi tantangan serius dengan pemadaman listrik, kekurangan bahan bakar, dan diibaratkan sebagai tempat yang hampir seperti kuburan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Berita Terkini:
- Investor Banyak Melirik, Energi Sampah NTB Masih Tersandung Volume
- Imbauan Ramadan, Satpol PP Sumbawa Larang Operasional Tempat Hiburan dan Batasi Jam Warung Makan
- Koperasi Pengelola Tambang Rakyat Harus Kantongi Surat Layak Verifikasi Administrasi
- NTB Krisis Pustakawan: Baru 37 Persen Terpenuhi, Sekolah Paling Terdampak
Menurut Juru Bicara WHO, Christian Lindmeier, sekitar 600 orang masih berada di rumah sakit. Sementara yang lain mencari perlindungan di lorong-lorong.
“Di sekitar rumah sakit ada banyak jenazah yang tidak bisa dirawat atau bahkan tidak dikuburkan atau dibawa ke kamar mayat apapun,” ujarnya, mengutip BBC International. “Rumah sakit tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Hampir seperti kuburan.”
Dokter juga berbicara tentang jenazah yang menumpuk dan membusuk di rumah sakit. Dr Mohamed Abu Selmia, manajer RS Al-Shifa, mengatakan ada sekitar 150 jenazah yang membusuk, “meninggalkan bau yang tidak sedap”.



