Nasib Apes Petani Lotim: Pupuk Mahal, Gagal Panen hingga Lahan Tercemar Tambang
Selong (NTBSatu) – Nasib apes nampaknya sedang dialami petani di Lombok Timur (Lotim). Mereka dihadapkan dengan berbagai persoalan, mulai dari harga pupuk yang mahal dan hasil panen yang anjlok.
Bahkan, 95 kelompok tani di tiga kecamatan di Lombok Timur kesulitan menanam akibat lahan mereka tercemar limbah tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang beroperasi di wilayah Mamben Baru, Kecamatan Wanasaba.
95 kelompok tani itu tersebar di Kecamatan Wanasaba, Kecamatan Pringgabaya, dan Kecamatan Labuhan Haji dengan luas lahan 1.500 hektare.
Berita Terkini:
- Pemprov NTB Tanggap Cepat Tangani Kebakaran 36 Rumah di Sumbawa
- 16 Tahun Mengabdi Tanpa Pamrih, Sosok Solikin Danru Damkar Alas Gugur Saat Bertugas
- Kebakaran di Alas Sumbawa: 31 Rumah Rusak Berat, Warga Lebaran di Pengungsian
- Rekomendasi Wisata Lombok Barat saat Libur Lebaran, Pantai Senggigi hingga Gili Kedis
Muhdar (39), salah seorang petani terdampak di Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, mengaku sudah mengalami gagal panen selama empat tahun terakhir akibat cemaran limbah.
Limbah tambang berupa lumpur dan batu yang mengalir di saluran irigasi menutup seluruh lahan pertaniannya hingga kehilangan kesuburan.
Bahkan, tutupan lumpur dan batu yang cukup tebal tersebut harus dibersihkan secara berkala dan memakan biaya tambahan cukup besar.
“Sudah lah pupuk, obat-obatan semuanya mahal, lagi tanah kita ini hancur. Mau bergantung ke mana lagi coba, kalau bukan kepada kebijakan pemerintah?” kesal Muhdar, Rabu, 8 November 2023.



