Sumbawa
Setelah Mengamuk dan Rusak Kantor KPH, Warga di Sumbawa Akhirnya Kolaborasi Jaga Hutan
Mataram (NTB Satu) – Miskomunikasi antara warga Desa Gapit, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa dengan Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ampang Plampang berujung pada pengerusakan pada Sabtu, 21 Oktober 2023.
Warga merusak kantor KPH Ampang Plampang lantaran dianggap tidak bisa menjaga hutan. Di mana perambahan hutan terus terjadi di Hutan Lindung Ale, Hulu Embung Gapit, yang menyebabkan sedimentasi pada bendungan.
Berita Terkini:
- Terorisme Negara Modern: Perang Iran–Amerika–Israel 2026 dan Jejak Oligarki Global
- BGN Atensi Dugaan Keracunan MBG di Bima, SPPG Ditutup Sementara
- Tarif Air PDAM Sumbawa Bakal Naik, Bupati Jarot Targetkan Rp3.800 per Meter Kubik
- NTB Dilanda 108 Bencana Alam Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Puluhan Ribu Jiwa Terdampak
Sekretaris Desa Gapit, Buhyar mengatakan, Embung Gapit merupakan sumber penghidupan para petani di dua desa, yakni Desa Gapit dan Desa Boal.
“Musim tanam 2023 ini masyarakat Gapit mengalami gagal panen akibat terbatasnya supply air dari Embung Gapit,” kata Buhyar, Senin, 23 Oktober 2023.



