Bulog Ungkap Biang Kerok Harga Beras yang Terus Merangkak Naik
Mataram (NTB Satu) – Perusahaan Umum (Perum) Bulog mengungkapkan penyebab kenaikan harga beras beberapa bulan terakhir.
Salah satunya terjadi karena beras pemalsuan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Di mana karung beras tersebut diganti dengan merek lainnya dan dijual dengan harga tinggi.
“Beras Bulog ini kualitasnya premium, enggak dioplos, rawannya diganti karung. Dianggap produksi lokal mereka, dimasukkan, di-packaging merek-mereknya mereka untuk disuplai dengan harga tinggi,” kata Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat, 6 Oktober 2023.
Berita Terkini:
- Prabowo Panggil Dudung hingga Luhut ke Istana, Bahas Isu Pertahanan hingga Ekonomi
- Warga Bisa Gunakan QRIS di 19 Pasar Tradisional Mataram
- Molor 100 Hari Lebih, Proyek Jalan Lenangguar – Lunyuk Ditargetkan Rampung Mei 2026
- Telepon PM Albanese, Prabowo Setujui Ekspor 250 Ribu Ton Pupuk Urea ke Australia
Dengan begitu, pihak-pihak nakal itu akan terus menikmati keuntungan besar dengan harga jual yang tinggi.
“(Harga) enggak akan turun-turun karena jualnya begitu, untungnya sebesar-besarnya,” kata Budi Waseso atau Buwas.



