Lakukan Perhimpunan Dana Secara Ilegal, Izin Usaha FEC Resmi Dicabut
Mataram (NTB Satu) – Secara resmi, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PAKI) telah mencabut izin usaha setelah menganalisis kegiatan usaha dan pelanggaran ketentuan yang dilakukan oleh pihak FEC pada Rabu, 6 September 2023.
Diketahui untuk wilayah Lombok, perkembangan bisnis ini cukup pesat, dengan berhasil menggaet sebanyak 80.000 member dan dana yang terhimpun diperkirakan mencapai puluhan miliar.
Berita Terkini:
- Kejari Loteng Masih Periksa Saksi, Kasus Pengadaan Dum Truk Tunggu Hitung Kerugian Negara
- BPKP NTB Tak Lanjut Audit, Jaksa Cari Alternatif Lain Hitung Kerugian Kasus PKK Dompu
- Jalan di Tempat, Proses Hukum Kasus Tambang Sekotong Disebut “Zonk”
- Jalan Banyu Urip Rusak Berbulan-bulan, Pemkab Lombok Barat Klaim Perbaikan Dimulai Mei atau Juni
“FEC diduga melakukan kegiatan perdagangan secara elektronik (e-commerce) di mana hal tersebut tidak sesuai dengan izin usaha yang dimilikinya”, bunyi surat edaran resmi Satgas PAKI, SP-07/STPAKI/IX/2023.
Perusahaan ini diketahui sebagai perusahaan penanaman modal asing yang mengajukan izin sebagai pedagang eceran dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47512 (Perdagangan Eceran Perlengkapan Rumah Tangga Dari Tekstil), 47599 (Perdagangan Eceran Peralatan dan Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya YTDL), dan 47592 (Perdagangan Eceran Peralatan Listrik Rumah Tangga dan Peralatan Penerangan dan Perlengkapannya.



