Mengaku Rugi Miliaran, Pedagang Sapi Bima di Jabodetabek Minta Bantuan Pemerintah
Mataram (NTB Satu) – Ketua Asosiasi Pedagang dan Peternak Sapi Bima, Furkan Sangiang memperkirakan sekitar 5000 hingga 7000 ekor sapi Bima yang dibawa ke Jabodetabek hingga kini belum laku terjual.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada NTB Satu sebelumnya, Furkan mengaku optimis semua sapi bisa laku terjual. Namun demikian daya beli masyarakat untuk tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu sehingga menyebabkan ribuan sapi tidak dapat terserap secara optimal di momentum hari raya Iduladha ini.
Baca Juga:
- Adu Harta Kekayaan Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi Usai Kena OTT KPK
- Pembangunan Tahap II Kantor Wali Kota Mataram, Dinas PUPR Targetkan Tender Fisik Mulai Juni 2026
- MK Putuskan Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil Harus Diatur Lewat Undang-Undang
- SBY Sebut Perang Dunia Ketiga Sangat Mungkin Terjadi, Minta PBB Bergerak Cepat
“Kami sudah coba memasarkannya dengan cara konvensional seperti bekerjasama dengan rumah potong hewan, pihak swasta, instansi pemerintah. Selain itu menjual melalui sosial media sudah kami lakukan”,ujarnya.
Harga sapi Bima dibandrol antara Rp15 sampai Rp30 juta per ekor, tergantung bobotnya.
Namun ribuan sapi Bima yang diperdagangkan di daerah Jabodetabek, dengan total perkiraan mencapai 7000 ekor sapi nyatanya belum semuanya laku terjual hingga saat ini.



