Mahasiswa Stanford Ciptakan Kacamata ChatGPT, Cocok Bagi Orang yang Gugup Berbicara di Tempat Umum
Mataram (NTBSatu) – Mahasiswa Stanford University menciptakan RizzGPT, sebuah kacamata yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan augmented reality (AR) untuk membantu individu selama percakapan yang menantang.
Alat tersebut menggunakan GPT-4 dan Whisper untuk menghasilkan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan selama percakapan, lalu jawaban ditampilkan melalui kacamata AR dengan kacamata berlensa.
Teknologi ini cocok digunakan untuk orang dengan kecemasan sosial berbicara di depan umum, wawancara kerja, dan banyak lagi.
Inovasi yang diciptakan Bryan Hau-Ping Chiang, Varun Shenoy, Alix Cui, dan Adriano Hernandez itu memanfaatkan model bahasa GPT-4 dan Whisper, alat pengenalan suara OpenAI, untuk menghasilkan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan selama percakapan.
Pengenalan suara berbasis AI Whisper digunakan oleh RizzGPT untuk mendengarkan percakapan dan menghasilkan respons yang sesuai berdasarkan konteks.
Respons yang dihasilkan dapat ditampilkan dengan mengenakan kacamata AR dengan kacamata berlensa seolah-olah orang tersebut membuatnya sendiri.
Kacamata ChatGPT dibuat menggunakan teknologi AR Monocle Brilliant Labs, yang menawarkan banyak aplikasi potensial dan mencontohkan bagaimana AI dan AR dapat digabungkan untuk mengatasi masalah dunia nyata.(RZK)
Lihat juga:
- UMK Mataram 2026 Rp3 Juta, Perusahaan tak Sanggup Diminta Bersurat Resmi
- Pemkot Mataram Defisit 3.000 Pegawai, Beban Kerja tak Sebanding dengan Jumlah ASN
- Tak Mau Latah Ikuti Pemprov, Pemkot Mataram Pilih Pertahankan SOTK
- Kasus Pengadaan Combine Harvester Sumbawa Barat Naik Penyidikan, Kerugian Negara Rp11,2 Miliar
- Kuota LPG 3 Kilogram Terancam Dikurangi, DPRD Sumbawa Minta Pemerintah Pusat Tinjau Ulang
- Polda NTB Tangkap Pria Diduga Sebarkan Video Asusila Pacarnya



