Dewan Bingung dengan Data Kemiskinan di Kota Mataram
Mataram (NTBSatu) – Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Abd. Rachman mengaku tak habis pikir dengan data dari Pemkot Mataram, terkait keberadaan 20 ribu lebih KK yang masuk dalam kategori miskin ekstrim di Mataram.
Ia mengaku belum memiliki gambaran faktual tentang kondisi keluarga yang masuk dalam kategori tersebut.
“Kalau dari sebutanya kan yang namanya miskin ekstrim itu pastinya luar biasa miskin. Seperti apa ya kondisinya? saya belum ada gambaran sama sekali,” ungkap Abd. Rachman Kamis 16 Maret 2023.
Ia mengaku masih terus terbawa-bawa dan merasa khawatir dengan data tersebut. Jumlahnya yang terbilang besar dan penyebutannya yang termasuk cukup menakutkan itu, menjadi bahan pemikirannya sejak menerima informasi tersebut.
“Sejak ada wartawan yang bertanya tentang hal itu ke saya dan mengatakan bahwa ada keluarga yang masuk miskin ekstrim berjumlah sampai 20ribu itu, saya terus kepikiran. Rasanya saya harus tahu fakta di lapangan sebenarnya seperti apa,” sebut Politisi Gerindra ini.
“Jika ada masyarakat yang kira-kira mengetahui keluarga yang kondisinya seperti yang disebutkan dalam data itu, tolong informasikan ke saya langsung. Agar bisa kita tindaklanjuti segera,” sebut dewan yang diketahui menetap dalam kampung di Pejeruk Ampenan tersebut.
Disisi lain Ia mengaku yang membuatnya merasa semakin miris adalah karena semakin mendekatnya Bulan Suci Ramadhan tahun ini. Dimana setiap keluarga muslim tentu sedang merasa bahagia sambil bersiap untuk menjalani berbagai ibadah di bulan penuh hikmah ini.
“Terus bagaimana dengan kondisi mereka yang dibilang keluarga miskin ekstrim itu pas mau masuk puasa begini? Semoga tidak separah seperti yang ada di bayangan saya,” harapnya.(HAK)
Lihat juga:
- Rute Penerbangan Internasional Lombok – Australia Segera Dibuka
- Jabatan Ratusan Kades di Lombok Timur Alami Kekosongan Tahun 2026
- Pengusaha MBG Lombok Timur Diminta Bayar Zakat, Proyeksi Capaian Rp260 Juta Per Bulan
- Mutasi Pejabat NTB, Meritokrasi Dipertanyakan
- Gerbang Sangkareang Jadi ‘Senjata’ Diplomasi Budaya Mataram, Tembus Melbourne dan Raih Abyakta


