Kota Mataram

Pemkot Mataram Anggarkan Rp5 Miliar untuk Keruk Sungai

Mataram (NTB Satu) – Kondisi sungai di Kota Mataram disebut kian mengalami pendangkalan. Saat volume air meningkat, terutama saat musim penghujan, air sungai sering kali naik ke permukaan menggenangi pemukiman.

Hal itu menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk menormalisasi kembali kondisi sungai dengan mengucurkan anggaran dari APBD 2023 sebesar Rp5 miliar.

Uang itu akan digunakan untuk membeli alat keruk terapung dan pembebasan lahan sebagai jalur alat berat turun ke sungai.

“Karena kan kendalanya itu, alat berat tidak bisa turun ke sungai karena tidak ada jalurnya, sempadan sungai dipenuhi bangunan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman, Selasa, 6 Desember 2022.

Disebutkan Miftahurrahman, pendangkalan terjadi hampir di semua sungai Kota Mataram, terlebih di bagian hilir.

“Sungai Jangkuk relatif lancar, yang masih terkendala itu Sungai Unus sama Sungai Ancar, dan di Mapak,” imbuhnya.

Pendirian bangunan di sempadan sungai juga merupakan tindakan yang melanggar peraturan. Tahun depan, Miftahurrahman akan fokus melakukan pembebasan bangunan yang berdiri di sempadan sungai. (RZK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button