Business

Pemprov Bersama Kemenperin Siapkan SDM Industri Fesyen di NTB

Mataram (NTB Satu) – Provinsi NTB memiliki potensi yang besar dalam industri kreatif, salah satunya industri fesyen. NTB yang terkenal menjadi daerah wisata menjadi peluang keterbukaan pasar suvenir terutama pakaian jadi. Karena potensi tersebut, dibutuhkan industri fesyen dengan SDM yang terstandar dan tersertifikasi.

Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi NTB bersama dengan Direktorat Jendral Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin RI baru-baru ini menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi SKKNI Pakaian Jadi di Provinsi NTB yang melibatkan 32 peserta pelaku industri kecil yang berasal dari Provinsi NTB pada pekan kemarin.

Perwakilan Direktorat Jendral IKMA, David saat acara penutupan kegiatan ini akhir pekan kemarin mengatakan bahwa industri tekstil adalah salah satu sektor industri dari 5 sektor utama yang diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah terutama di era industri 4.0 ini. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan bekal dan menciptakan SDM yang kompeten terutama di NTB.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.

Kegiatan Bimtek dan sertifikasi SKKNI ini pada beberapa tahun sebelumnya sudah diadakan di Pulau Jawa, mulai tahun 2022 ini kegiatan, Bimtek dan Sertifikasi SKKNI diadakan di luar Pulau Jawa mulai dari NTB.

“Mengacu pada tahun-tahun sebelumnya industri tekstil ini terus mengalami peningkatan sampai pada tahun ini, sertifikasi SKKNI ini nantinya akan menghasilkan tenaga kerja profesional sesuai kebutuhan industri tekstil yang mengacu pada kompetensi standar nasional”. terang David.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE, ME juga menyampaikan terimakasih dan harapannya kepada Kemenperin telah memilih NTB menjadi lokasi kegiatan.

“Adanya kegiatan ini menjadi kesempatan bagi NTB, karena di NTB ini adalah daerah wisata dengan event-event internasionalnya di sepanjang tahun. Artinya NTB perlu SDM dengan skill terkompentensi dan tersertifikasi agar bisa menghasilkan produk yang terstandar dan juga harga yang bersaing, mengingat persaingan produk dari luar yang masuk lebih banyak dan harga yang bersaing,” ungkap Nuryanti.

Ia juga berharap kepada Kemenperin agar bisa berkerjasama dengan NTB dalam membantu pemenuhan bahan baku seperti kain tenun dan kaos.

“Harapannya agar Kemenperin bisa menjalin kemitraan terkait dengan material centre untuk memenuhi kebutuhan bahan baku para pelaku industri kecil di NTB sehingga tidak bergantung pada harga yang tinggi,” imbuhnya. (ABG)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button