NTB

“Roadshow” Industrialisasi, Dari Tepung Mocaf Hingga Inovasi Halal dan Baik

Mataram (NTB Satu) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menggelar roadshow industri ke Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa tanggal 4-5 Agustus 2022. Kegiatan pascapandemi ini dilakukan untuk mengimplementasikan sinergi pentahelix atau sinergi antar berbagai sektor seperti perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, masyarakat, media untuk mendorong kemajuan industrialisasi di NTB.

Roadshow diawali di Kabupaten Sumbawa Barat, dengan mengangkat tema talkshow “Sinergitas Pengembangan Industri Dalam Mendukung Kawasan Industri Maluk”.

IKLAN

Di KSB, terdapat potensi industrialisasi yang ditemukan, salah satunya tepung mocaf yang merupakan kolaborasi dari UD Sahabat Karib dan KWT Darul Ilmi di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa.

Kolaborasi yang dihasilkan yakni, dari pemetikan, pengupasan, pencucian, pencacahan, perendaman, penjemuran, dan penepungan itu dilakukan oleh KWT Darul Ilmi dengan menggunakan alat sederhana. Kemudian, UD Sahabat Karib memberikan sentuhan teknologi permesinan yang dimulai dari filtering/penyaringan, pendinginan, pencampuran/mixing, pemanasan, packing dan bagian paling akhir yakni pendistribusian.

Dilansir dari http://pertanian.go.id Mocaf atau Modified Cassava Flour atau tepung singkong yang dimodifikasi, katena karena dalam proses pembuatannya dilakukan modifikasi yaitu dengan fermentasi mikroba atau enzimatis.

Tepung ini teksturnya lembut, warnanya pulih dan aromanya tidak lagi berbau khas singkong. Mocaf sangat baik digunakan sebagai bahan campuran atau substitusi pembuatan makanan yang selama ini menggunakan tepung terigu.

Bahkan di banyak olahan makanan bisa menggunakan 100% Mocaf. Mocaf memiliki keunggulan diantaranya halal dan sehat, bisa dikonsumsi oleh anak autis, penderita diabetes, gangguan pencernaan karena bebas glutein, kalsium tinggi, serat tinggi (paling tinggi dari semua tepung), kadar lemak rendah, mudah dicerna karena hasil fermentasi, proses secara biologis alami (organik), tanpa zat kimia (tanpa pengawet dan pewarna) dan mengandung skopoletin yg dapat menghambat proliferasi sel kanker.

Dari keunggulan tersebut, menurut Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB selaku Ketua Panitia Roadshow, Nuryanti, SE., ME bahwa kabupaten Sumbawa Barat nantinya akan menjadi solusi bagi permasalahan kelangkaan terigu yang akan terjadi ketika resesi ekonomi dunia.

“Sudah ada produknya bermacam macam bahan baku pengganti terigu dan semua itu dari mocaf, ada yang dicampur dengan ketan ataupun tepung jagung sehingga campuran campuran itu membentuk karakter tersendiri untuk kue kue kering.

“Selamat kepada bapak bupati semoga ekosistem ini segera kita finalkan dan menjadi solusi untuk kelangkaan terigu, khususnya di Indonesia dan NTB,” ujarnya

Dilanjutkan menuju Kabupaten Sumbawa, Roadshow digelar di Halaman Gedung Kantor Bupati Kabupaten Sumbawa bersama dengan stakeholder terkait.

Mengangkat Tema “Inovasi Halal dan Baik dalam Mendukung Percepatan Pembentukan Ekosistem Industri Halal” yang merupakan salah satu Inovasi dari Kabupaten Sumbawa hingga berhasil meraih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2022, dalam kategori pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan yang diadakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia..

“Merupakan sebuah kebanggaan bagi Kabupaten Sumbawa terkait inovasi halal dan baik ini di tingkat nasional yang meraih top 99. Sehingga Pemkab Sumbawa pun memilih Halal dan Baik sebagai Tema untuk Rangkaian Roadshow Gubernur kali ini,” puji Nuryanti.

Inovasi Halal dan Baik merupakan terjemahan dari “Halalan Thoyyiban”. Dari pihak Kabupaten mencoba untuk memfasilitasi para UMKM mengurus sertifikat halal. Mengingat, selama ini Pemkab mendengar dan menyaksikan untuk mengurus sertifikat halal ini butuh biaya tinggi.

Pemkab juga berencana membentuk halal center yang terpusat di Kantor Diskoperindag, sehingga nanti setiap UMKM yang akan dan berkeinginan untuk mengurus mendapatkan fasilitas halal ini bisa terfasilitasi.

Roadshow di dua Kabupaten tersebut dirangkaikan dengan Expo sinergitas OPD dan stakholder dalam memberikan pelayanan kepada IKM yang hadir.

Ada 8 layanan dilokasi yakni, pendaftaran NIB dan PIRT di stand DPMPTSP, pendaftaran perizinan (Halal,Merk, BPPOM) kemasan, Simanis di stand Dinas Perindustrian NTB.

Pendaftaran E-Katalog di LKPP atau di NTB Mall Dinas Perdagangan, stand informasi bahan baku berkualitas, Pembuatan NPWP oleh Dirjen Pajak, pembuatan rekening usaha serta konsultasi pembiayaan dari Bank Perkreditan Rakyat Mataram dan Bank NTB Syariah. Dari pelayanan tersebut akan lahir ekosistem industri yang dimulai dari bahan baku industri, perizinan hingga pemasaran. (ABG)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button