NTB

ITDC Bangun 2 Titik Selter Evakuasi Bencana di KEK Mandalika

Mataram (NTB Satu) – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merealisasikan pembangunan Temporary Evacuation Shelter (TES) yang tersebar di sejumlah titik di KEK Mandalika. Pembangunan ini untuk mempersiapkan proses mitigasi kebencanaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Pembangunan TES tersebut termaktub ke dalam rencana besar pengembangan KEK Mandalika dalam menyiapkan kawasan pariwisata yang aman bagi wisatawan dan pelaku wisata.

Sampai saat ini, pembangunan TES telah digeber di tiga titik yaitu Bukit Masjid Nurul Bilad, Bukit 360 Pertamina Mandalika International Street Circuit, serta Bukit Merese. Khusus di Bukit Masjid Nurul Bilad dan Bukit 360 Pertamina Mandalika Circuit, telah selesai terbangun. Sedangkan, TES di Bukit Merese sedang dalam tahapan konstruksi akses jalan.

Dalam rencana besar tersebut, ITDC merencanakan bakal membangun TES di 11 titik. Untuk pembangunan TES di Pertamina Mandalika International Street Circuit dan Bukit Merese merupakan bagian dari Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project (MUTIP), yang dibiayai oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Sebagai informasi, MUTIP merupakan pembiayaan pertama yang menggunakan dana mandiri yang dilakukan AIIB di Indonesia.

Direktur Teknik dan SDM ITDC Taufik Hidayat menuturkan, bencana gempa bumi pada 2018 silam di Pulau Lombok, membuat ITDC berkomitmen untuk semakin mematangkan prosedur dan fasilitas dalam menunjang mitigasi kebencanaan di KEK Mandalika. Salah satu strateginya adalah pembangunan TES yang meliputi jalan akses dan serta fasilitas berupa tempat berteduh dan toilet.

“Penyiapan TES ini juga merupakan salah satu syarat yang wajib dimiliki sebuah kawasan pariwisata berstandar internasional,” ungkap Taufik dalam rilis resmi ITDC, Jumat, 22 Juli 2022.

Pembangunan TES merupakan implementasi ITDC untuk mengantisipasi dampak bencana alam, seperti tsunami dan gempa bumi. Selain itu, TES merupakan implementasi komitmen ITDC untuk mengantisipasi kemungkinan kecelakaan kerja seperti kebakaran.

“Di samping itu, pembangunan TES ini juga dimaksudkan untuk semakin meyakinkan wisatawan dan pelaku wisata lainnya bahwa KEK Mandalika merupakan kawasan yang aman,” terang Taufik.

Ke depannya, ITDC akan melanjutkan pembangunan TES pada sejumlah titik evakuasi yang tersebar di zona barat hingga timur kawasan, antara lain Bukit Benjon dan Bukit Seger untuk zona barat, Bukit Merese untuk zona tengah, hingga Gerupuk untuk zona timur.

Setiap TES yang dibangun dapat menampung rata-rata hingga 500 orang dewasa dilengkapi dengan jalan akses serta fasilitas umum yang memadai untuk dapat digunakan oleh wisatawan dan pelaku wisata lainnya di KEK Mandalika.

Penetapan lokasi, perencanaan, hingga pembangunan TES ini juga telah dipersiapkan oleh ITDC dengan mengikuti persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pertama, pembangunan TES wajib mengikuti pedoman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kedua, berada pada ketinggian lebih dari 16,3 meter dari permukaan laut. Ketiga, lokasi TES harus strategis dan mudah dijangkau oleh wisatawan maupun pelaku wisata lainnya.

Oleh karena itu, TES dibangun pada bukit-bukit yang ada di KEK Mandalika dengan ketinggian khusus serta memiliki permukaan yang tidak curam. Selain berfungsi sebagai tempat tujuan evakuasi bencana, TES ini juga nantinya dapat difungsikan sebagai spot wisata baru bagi para wisatawan yang berkunjung ke KEK Mandalika.

TES didesain sedemikian rupa agar ke depannya para wisatawan juga dapat mengakses wilayah ini sambil menikmati keindahan alam di The Mandalika, seperti TES di Bukit 360 Pertamina Mandalika International Street Circuit, TES di Masjid Nurul Bilad yang dapat menampilkan keindahan Pantai Kuta dari atas, serta TES yang masih dalam tahap konstruksi di Bukit Merese.

“Para wisatawan dapat menikmati keindahan pantai dari atas bukit,” papar Taufik.

Selain penyediaan titik evakuasi yang memadai, KEK Mandalika juga telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas mitigasi kebencanaan seperti alat komunikasi penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini Tsunami Warning Receiver System New Generation (WRS NewGen) dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yakni berupa fasilitas sirine peringatan tsunami di Bukit Nurul Bilad dan Bukit Bantar. Penyediaan fasilitas tersebut turut dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah dan BMKG.

Selaim itu, ITDC telah memenuhi kelengkapan layanan Search and Rescue (SAR) yang merupakan sinergi bersama Badan Nasional Pencarian Pertolongan (Badan SAR Nasional/BASARNAS), serta patroli oleh tim keamanan pada area operasional kawasan.

“Kami berharap melalui mitigasi kebencanaan yang disiapkan di KEK Mandalika, dapat makin melengkapi kawasan tersebut sebagai kawasan pariwisata internasional yang terintegrasi sekaligus dapat memberikan jaminan keamanan wisatawan dan pelaku wisata,” pungkas Taufik. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button